Warga Oeltua Sambut Baik Proyek Jalan Kabupaten Kupang, Kontraktor Diminta Jangan Curang
KUPANG,iNewsTTU.id-- Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum tengah melaksanakan proyek peningkatan ruas jalan Binlaka–Tunfeu–Oeltua melalui program DAK konektivitas tahun 2026. Proyek tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan rusak yang menghambat aktivitas warga.
Pekerjaan peningkatan jalan itu dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kupang dengan nilai anggaran lebih dari Rp10 miliar. Proyek dikerjakan oleh CV. Laksman dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender, terhitung sejak kontrak ditandatangani pada 26 Maret 2026.
Pantauan di lokasi pekerjaan pada Senin, 11 Mei 2026, sejumlah aktivitas proyek sedang berlangsung, mulai dari pembongkaran badan jalan lama, pemasangan tembok penahan, hingga pengerasan material menggunakan urukan pilihan dan agregat.
Warga Oeltua, Andry Takain, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Kupang karena akhirnya memperbaiki ruas jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Kami senang jalan yang rusak bertahun-tahun ini akhirnya diperbaiki,” ujar Andry saat ditemui di sekitar lokasi proyek.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah maupun pihak rekanan tidak hanya fokus menyelesaikan pekerjaan secara cepat, tetapi juga benar-benar memperhatikan mutu dan kualitas pembangunan agar jalan tersebut tidak kembali rusak dalam waktu singkat.
Menurutnya, masyarakat sudah beberapa kali menyaksikan pekerjaan jalan dilakukan, namun hasilnya tidak bertahan lama sehingga kondisi jalan kembali rusak dan menyulitkan warga.
“Kami masyarakat di sini berharap pemerintah bersama rekanan memperhatikan aspek kualitas material yang dipakai supaya jalan ini bisa bertahan lama dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Andry menegaskan, kualitas pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas utama karena ruas Binlaka–Tunfeu–Oeltua merupakan akses penting bagi mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Sebagian besar warga di daerah itu menggantungkan hidup sebagai pengemudi ojek. Karena itu, kondisi jalan sangat mempengaruhi pendapatan dan aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Kami di sini rata-rata bermata pencaharian sebagai tukang ojek. Kalau hujan turun, jalan ini sangat sulit dilewati. Jadi kami sangat berharap pekerjaan dilakukan dengan baik supaya masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” lanjutnya.
Ia juga meminta seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja. Menurutnya, proyek dengan nilai anggaran miliaran rupiah harus menghasilkan kualitas pembangunan yang sebanding dengan dana yang digunakan.

Masyarakat berharap proyek tersebut tidak sekadar menjadi pekerjaan formalitas untuk menghabiskan anggaran, tetapi benar-benar menghadirkan infrastruktur jalan yang kuat, aman, dan bertahan dalam jangka panjang.
Selain itu, warga juga mengingatkan pihak kontraktor agar tidak bermain-main dalam penggunaan material maupun volume pekerjaan demi mengejar keuntungan besar. Sebab, praktik pengerjaan yang tidak sesuai standar pada akhirnya akan merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan.
Dengan anggaran lebih dari Rp10 miliar untuk panjang pekerjaan sekitar empat kilometer, publik menaruh harapan besar agar proyek ini diawasi secara ketat sehingga hasilnya berkualitas dan tidak cepat rusak setelah selesai dikerjakan.
Editor : Sefnat Besie