Revitalisasi Pendidikan Dimulai, Menteri Abdul Mu’ti Letakkan Batu Pertama TK Kristen Kupang
KUPANG,iNewsTTU.id-- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka meninjau langsung kondisi satuan pendidikan serta mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam agenda pertamanya, Menteri Abdul Mu’ti mengunjungi TK Kristen Kota Kupang. Setibanya di lokasi, ia disambut secara adat melalui pengalungan selendang serta pertunjukan tarian oleh anak-anak dan pihak sekolah.
Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan masuk ke ruang kelas sementara yang saat ini masih memanfaatkan fasilitas milik gereja. Di ruang tersebut, Menteri berinteraksi langsung dengan para murid dan guru, sekaligus menyerahkan bantuan berupa buku bacaan dan tas sekolah kepada siswa.
Usai dari lokasi kegiatan belajar, Menteri bersama rombongan, didampingi anak-anak, menuju area pembangunan gedung baru TK Kristen Kota Kupang. Di lokasi ini, rangkaian kegiatan dimulai dengan penyerahan prasasti sekolah, dilanjutkan dengan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan, serta peninjauan desain atau model bangunan sekolah yang akan dibangun.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk TK Kristen Kota Kupang. Program ini merupakan inisiatif pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto melalui program “Wujudkan Sekolah Asri”.
Dalam keterangannya, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu daerah prioritas dalam program revitalisasi pendidikan. Hal ini karena wilayah tersebut termasuk dalam kategori daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
“Program revitalisasi ini merupakan bentuk perhatian khusus pemerintah terhadap daerah 3T, termasuk NTT, yang akan mendapatkan dukungan pembangunan gedung sekolah baru dalam jumlah signifikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa langkah ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah terkait program wajib belajar 13 tahun, sebagaimana diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Melalui program ini, pemerintah berharap tercipta lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan berkualitas, sehingga dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerah, khususnya bagi anak-anak usia dini di Nusa Tenggara Timur.
Editor : Sefnat Besie