TMMD Meretas Asa Warga Desa Sunkaen di Batas Negara
KEFAMENANU, iNewsTTU.id—Rintik hujan baru saja mereda, dari kegelapan tajuk pohon di bahu jalan, tetesan air jatuh berirama dari daun rindang pepohonan gamal di sisi kiri dan kanan jalan seperti detak jarum detik jam dinding.
Langit masih gelap, sepeda motor yang saya kendarai melaju dengan kecepatan 65km/jam pada speedometer menembus keheningan pagi itu, bahkan sesekali terselip dan keluar jalur karena licin.
Hampir satu jam perjalan menempuh Kondisi jalan yang becek, menanjak menurun dan berliku pada jalur jalan ekstrem, saya dikejutkan dengan suara seorang pria tua tepat di bibir kali Desa Inbate.
"Pak mau ke mana, jangan langgar dulu karena arus banjir masih deras, nanti saya bantu dorong sepeda motor karena kali penuh banjir," Teriak seorang pria yang diketahui bernama Yakobus dari seberang kali inbate.
Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, (BMKG) tak meleset, memang hujan telah mengguyur wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara sejak malam, tak heran jika banjir mengalir deras tanpa kompromi.
Beruntung peringatan dini itu jadi pedoman hingga tak jadi petaka bagiku, sejak hujan semalam memicu amukan banjir yang menerjang liar tanpa ampun, menelan apa pun yang berani menghalangi jalannya.
Awalnya saya ragu menerima tawaran dari kakek Yakobus sebab terbesit di benakku, 5 tahun silam satu unit mobil pick up hitam yang ditumpangi satu keluarga nekat melintas dan terseret arus banjir di tempat ini, ayah dan ibu selamat, sedangkan seorang bocah terseret dan dua hari kemudian ditemukan di kali Tono, wilayah distrik Oekusi Timor leste.
Pagi itu, senin 1 Maret 2026 saya sedang menuju Desa Sunkaen, salah satu desa pelosok di batas negara. Pasca Timor Timor (bekas Provinsi ke-27 Indonesia) kala itu memilih berpisah untuk membentuk Negara sendiri pada tahun 1999 silam, desa desa sepanjang batas darat itu kini menjadi beranda terdepan NKRI.

Meski begitu, kondisi jalan pintas menuju daerah perbatasan darat Kabupaten Timor Tengah Utara NTT dengan Enclave Distrik Oekusi, Negara Timor Leste memang tidak semulus jalan Tol di ibu kota Negara.
Ketiadaan jembatan penghubung, akses jalan yang masih berbatu, ketiadaan gedung gedung mewah adalah gambaran pilu keadaan desa desa di pelosok Kabupaten Timor Tengah Utara NTT.
Setelah berjibaku melintas jalan kerikil dan licin akibat hujan serta dibantu pria tua melintasi sungai yang berarus deras, hingga nyaris terseret banjir, tepat pada pukul 07:00 wita sesuai angka jam digital yang tertera di handphone, akhirnya saya tiba di depan salah satu bangunan yang sementara dikerjakan oleh prajurit TNI dan masyarakat.
Editor : Sefnat Besie