TMMD Meretas Asa Warga Desa Sunkaen di Batas Negara
Satu unit sumur bor dengan penerima manfaat 378 KK atau 1.198 Jiwa dan Perehaban 2 Unit rumah warga kurang mampu atas nama Yosep Ndun, di desa Sunkaen dan Marcelina Kolo, Desa Nainaban.
Selain itu, ada kegiatan penghijauan dengan penanaman 1000 anakan Pohon di sepanjang garis perbatasan RI-RDTL dan pemberian Bantuan tambahan gizi bagi anak stunting.
Sedangkan sasaran non fisik di antaranya, penyuluhan hukum, penyuluhan wasbang, penyuluhan bahaya radikalisme dan terorisme, penyuluhan rekrutmen prajurit, penyuluhan posyandu bindu, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan ketahanan pangan, penyuluhan lingkungan hidup, penyuluhan bencana alam, penyuluhan stunting dan penyuluhan kesehatan.
Sesuai hasil pengawasan dan evaluasi tim Wasev Mabes TNI AD oleh Waaster Kasad Bidang Binter, Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, Kamis (5/3/2026). disebutkan pembangunan SMAN di Kecamatan Bikomi Nilulat diharapkan mampu mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah perbatasan tanpa harus menempuh jarak jauh menuju kota.
“Dengan adanya pembangunan sekolah di sini, anak-anak tidak perlu lagi pergi ke kota yang jaraknya cukup jauh. Hal ini tentu dapat mengurangi beban masyarakat sekaligus membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan di wilayah kecamatan ini,"imbuhnya.
Saat penutupan TMMD ke-127 Desa Sunkaen pada tanggal 11 Maret, 2026, Danrem 161/WS Kupang, Brigjen TNI, Hendro Cahyono menyampaikan, bahwa TMMD merupakan program kerja sama antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
“TMMD ini adalah kerja sama antara pemerintah daerah dengan TNI. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah tertinggal melalui pembangunan infrastruktur dan pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Jendral bintang satu ini menjelaskan, lokasi TMMD ke-127 dipilih di wilayah perbatasan karena masih terdapat sejumlah kebutuhan dasar masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.

Menurutnya, pembangunan ruang kelas di SMAN Bikomi Nilulat dilakukan karena kondisi bangunan sebelumnya dinilai kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar.
“Kita melihat ada sekolah yang kondisinya mungkin tidak layak, kemudian kita ajukan kepada pemerintah daerah dan disetujui untuk dibantu melalui program TMMD,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan TNI kepada pemerintah daerah, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Piek Budyakto secara umum menekankan bahwa TMMD merupakan wujud pengabdian nyata TNI dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat, yang mencerminkan kemanunggalan TNI dan Rakyat.
Kegiatan yang mengusung tema "TMMD Darma Bakti Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa" ini berhasil merampungkan berbagai sasaran fisik dan non-fisik di empat kabupaten, yakni Sikka, Timor Tengah Utara (TTU), Bima, dan Jembrana.
Pangdam IX/Udayana selaku Pengendali Kegiatan Operasi (PKO) TMMD menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan program yang mampu memberikan akselerasi pembangunan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan serta kemandirian daerah.
Editor : Sefnat Besie