get app
inews
Aa Text
Read Next : Danrem 161 Wirasakti Tutup Program TMMD ke-127 di SMAN Bikomi Nilulat

TMMD Meretas Asa Warga Desa Sunkaen di Batas Negara

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:09 WIB
header img
Waaster Kasad Bidang Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo saat tinjau lokasi TMMD ke-127 di Sunkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat Kabupaten Timor Tengah Utara NTT, Kamis, 5/3/2026. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat P. Besie)

KEFAMENANU, iNewsTTU.id—Rintik hujan baru saja mereda, dari kegelapan tajuk pohon di bahu jalan, tetesan air  jatuh berirama dari daun rindang pepohonan gamal di sisi kiri dan kanan jalan seperti detak jarum detik jam dinding.

Langit masih gelap, sepeda motor  yang saya kendarai melaju dengan kecepatan 65km/jam pada speedometer menembus keheningan pagi itu, bahkan sesekali terselip dan keluar jalur karena licin.

Hampir satu jam perjalan menempuh Kondisi jalan yang becek, menanjak menurun dan berliku pada jalur jalan ekstrem, saya dikejutkan dengan suara seorang pria tua tepat di bibir kali Desa Inbate.

"Pak mau ke mana, jangan langgar dulu karena arus banjir masih deras, nanti saya bantu dorong sepeda motor karena kali penuh banjir," Teriak seorang pria yang diketahui bernama Yakobus dari seberang kali inbate.

Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, (BMKG) tak meleset, memang hujan telah mengguyur wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara sejak malam, tak heran jika banjir mengalir deras tanpa kompromi.

Beruntung peringatan dini itu jadi pedoman hingga tak jadi petaka bagiku, sejak hujan semalam memicu amukan banjir yang menerjang liar tanpa ampun, menelan apa pun yang berani menghalangi jalannya.

Awalnya saya ragu menerima tawaran dari kakek Yakobus sebab terbesit di benakku, 5 tahun silam satu unit mobil pick up hitam yang ditumpangi satu keluarga nekat melintas dan terseret arus banjir di tempat ini, ayah dan ibu selamat, sedangkan seorang bocah terseret dan dua hari kemudian ditemukan di kali Tono, wilayah distrik Oekusi Timor leste.

Pagi itu, senin 1 Maret 2026 saya sedang menuju Desa Sunkaen, salah satu desa pelosok di batas negara. Pasca Timor Timor (bekas Provinsi ke-27 Indonesia) kala itu memilih berpisah untuk membentuk Negara sendiri pada tahun 1999 silam, desa desa sepanjang batas darat itu kini menjadi beranda terdepan NKRI.

 


Suasana saat sepeda motor terjebak di tengah terjangan banjir di desa inbate. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat)


Meski begitu, kondisi jalan pintas menuju daerah perbatasan darat Kabupaten Timor Tengah Utara NTT dengan Enclave Distrik Oekusi, Negara Timor Leste memang tidak semulus jalan Tol di ibu kota Negara.

Ketiadaan jembatan penghubung, akses jalan yang masih berbatu, ketiadaan gedung gedung mewah adalah gambaran pilu keadaan desa desa di pelosok Kabupaten Timor Tengah Utara NTT.

Setelah berjibaku melintas jalan kerikil dan licin akibat hujan serta dibantu pria tua melintasi sungai yang berarus deras, hingga nyaris terseret banjir, tepat pada pukul 07:00 wita sesuai angka jam digital yang tertera di handphone,  akhirnya saya tiba di depan salah satu bangunan yang sementara dikerjakan oleh prajurit TNI dan masyarakat.

Pada bagian depan bangunan itu terpasang satu spanduk berukuran jumbo dengan lebar 3x1,5 meter bertuliskan, selamat datang di sasaran TMMD ke-127 TA. 2026 Kodim 1618/TTU di Desa Sunkaen.
 
Sedangkan sisi utara dari halaman depan bangunan ini menyuguhkan kemurnian alam yang menyejukkan. Hijau sawah yang menyegarkan mata tampak kian sempurna dengan latar pegunungan yang masih mendekap embun.

Pagi itu, matahari belum nampak, awan hitam masih menyelimuti lokasi itu, ketika Serka Lamberto Da Costa mengangkat satu persatu sak semen Tonasa berukuran berat 40 kg ke pundaknya dan memindahkan dari pinggir jalan ke bagian dalam bangunan.

Derap langkahnya teratur, meski bagian dasar sepatu boot standar militer  kebanggaannya terbenam dan berlumuran lumpur akibat hujan semalam, sementara beban di pundak yang berat membuat otot lehernya menegang namun tak ia pedulikan.

 


Semangat suasana gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat saat mengangkat adonan semen. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat)

 

Sekira 30 kali bolak balik dengan nafas terengah-engah, tetiba pundaknya ditepuk oleh seorang pria, lalu dengan sigap ia berpaling dan melihat  seulas senyum Yakobus Kolo, (62) salah satu warga yang selalu aktif membantu pembangunan gedung itu, lalu tanpa dikomando, ia langsung mengangkat semen terakhir dari pundak Serka lamberto.

Komunikasi mereka berdua lancar dan akrab nampaknya tak ada sekat antara TNI dan masyarakat. Dan ternyata Yakobus ini, adalah pria yang tadi menyelamatkan saya dari terjangan banjir dan membantu saya mendorong sepeda motor melintasi deras air di kali Inbate.

Seketika itu, terlihat dengan perlahan Serka Laberto mengusap keringat bercampur gerimis hujan di dahinya menggunakan lengan baju bermotif loreng dan menepuk baju seragam yang dikenakan yang tak luput dari abu sisa semen, ia menajamkan pandangan di hadapannya, rangka bangunan itu bediri kokoh.

Pada sisi lain bangunan itu, suara palu prajurit TNI terdengar bersahutan, sementara emak-emak warga setempat gotong royong hilir mudik mengangkat batako dan adonan semen dan memberikan kepada prajurit lain di atas tembok.

Serka Lamberto membayangkan kembali kondisi bangunan reot yang disekat menjadi empat ruang darurat sebelumnya hanya ditopang oleh delapan potong kayu bulat, dinding dari pelepah gewang dan atap dari seng bekas.

Bangunan lama itu telah dirobohkan dan kini sedang dibangun kembali secara permanen melalui program TNI Manunggal Membangun Desa ke-127 wilayah Kodim 1618/TTU yang digagas oleh TNI Angkatan Darat.

Selain Serka Lamberto Da Costa, ada prajurit muda dari Yonif Teritorial Pembangunan 877/Biinmaffo, prajurit Kodim 1618/TTU, Anggota Polres TTU serta Satgas Perbatasan sektor Barat, (Satgas Pamtas RI-RDTL), dan TNI Angkatan Laut, mereka berjumlah 150 personil yang tergabung dalam satgas TMMD yang sudah hampir sebulan menyukseskan TMMD.

Serka Lamberto menceritakan, sejak dipercaya oleh pimpinan untuk menjadi babinsa di wilayah  itu pada tahun 2012 silam atau 14 tahun lamanya, ia prihatin dengan kondisi sekolah yang tidak layak dan kurang nyaman bagi pelajar maupun para guru.


 


Suasana emak-emak saat mengangkut material batu untuk membuat pondasi bangunan empat Ruang kelas Baru SMAN Bikomi Nilulat. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat)


Atas kegelisahan itulah, ia tak pernah berhenti bersuara. Setiap kesempatan datang, ia membawa cerita tentang kondisi sekolah itu ke hadapan para pimpinan dan pemerintah daerah.

Harapannya sederhana, agar jeritan kecil dari perbatasan itu tidak tenggelam begitu saja. Upaya yang terus ia lakukan dari waktu ke waktu akhirnya menemukan jawabannya, gayung pun bersambut.

“Setiap tahun ketika ada program TMMD dari komando atas, saya selalu datang melihat kondisi sekolah ini, memotretnya, lalu saya bawa dan ajukan ke pimpinan saya. Saya terus berharap suatu hari ada perhatian. Dan akhirnya hari ini, harapan kami benar-benar terjawab,” kisahnya dengan nada lega.

Pembangunan tambahan 4 Ruang Kelas Baru, (RKB) bukan saja menjadi harapan serka Lamberto, namun setidaknya juga jadi harapan 378 kepala keluarga di Desa Sunkaen yang anak mereka sedang dan akan menimba ilmu di sekolah tersebut.

“Ini adalah harapan besar kami masyarakat Desa Sunkaen di batas Negara, baru kali ini anak anak dari warga saya menikmati fasilitas yang layak,”ungkap Kepala desa Sunkaen Refinales lake.

Refinales lantas menggambarkan kondisi sekolah itu, bahwa sebelumnya, para orang tua swadaya membangun sekolah itu dengan bahan lokal seadanya, bahkan orang tua siswa rela sumbang seng dan uang agar anak anak mereka bisa terlindung dari panas terik maupun hujan.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala sekolah SMAN Bikomi Nilulat, Florita K. Keke, ia menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi TMMD.

Ia menceritakan, sejak berdiri pada tahun 2012, sekolah tersebut belum pernah mendapatkan sentuhan pembangunan ruang kelas yang memadai.

Florita melanjutkan, sekolah itu hanya memiliki tiga ruang permanen. Satu dijadikan perpustakaan, satu ruang kepala sekolah dan guru, dan satu ruang kelas digunakan secara bergantian dengan empat rombongan belajar, (Rombel) dengan jumlah siswa mencapai 91 anak.

Selanjutnya pada tahun berikutnya, orang tua siswa bersama komite sekolah secara swadaya membangun ruang darurat untuk menampung para siswa.

“Kami bersyukur, Sungguh tak kami sangka, kehadiran TMMD menjadi harapan besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di perbatasan, kami mewakili masyarakat perbatasan mengucapkan terimakasih kepada TNI,”kisahnya.

Sebagai Kepsek di sekolah perbatasan, Florita didukung oleh 18 guru yang terdiri dari Guru ASN 3 orang, PPPK sebanyak 6 Guru, Paruh waktu 8 Guru dan 1 orang tenaga Honorer Komite.

Ia menambahkan, sejak berdirinya sekolah itu, perkembangan  siswa terus bertambah, ia masih mengingat, tahun ajaran 2024-2025 jumlah siswa 78 orang anak, kemudian pada tahun ajaran 2025-2026 terus mengalami peningkatan yakni berjumlah 91 siswa.

Kondisi itulah yang mendorong pemerintah daerah rela menganggarkan dana sejumlah Rp987.579.690, (Sembilan ratus delapan puluh tujuh juta, lima ratus tujuh puluh Sembilan ribu, enam ratus Sembilan puluh rupiah) dari APBD untuk mendukung Program TMMD ke 127 TA. 2026 di Wilayah Kodim 1618/TTU.

Wakil Bupati TTU Kamilus Elu saat upacara pembukaan TMMD ke-127 pada tanggal 10 Februari 2026 menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong yang menjadi akar budaya bangsa.

“Untuk itu, saya mengajak masyarakat di perbatasan untuk mendukung kegiatan tersebut, menyuskseskan Program TMMD agar anak-anak kita bisa sekolah dengan nyaman,”pintanya.

Ia menjelaskan, TMMD ke-127 mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, yang mengandung pesan filosofis bahwa pembangunan nasional tidak akan berjalan optimal tanpa penguatan desa sebagai fondasi utama.

“Desa adalah ujung tombak kesejahteraan sekaligus benteng pertahanan kedaulatan negara, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten TTU,” tegasnya.

Pada pelaksanaan TMMD kali ini, Kodim 1618/TTU bersama pemerintah daerah memfokuskan sasaran kegiatan di Desa Sunkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat, dengan prioritas pembangunan empat ruang kelas baru (RKB) di SMA Negeri Bikomi Nilulat.

Atas dasar prioritas pembangunan dari daerah perbatasan, Dansatgas TMMD ke-127,  Letkol Arm. Didit prasetyo Purwanto, SE menjelaskan, program TMMD ini dilakukan sesuai dengan 2 aspek utama yakni strategis dan aspek prioritas.

Menurutnya, strategis karena menjadi satu satunya sekolah di Kecamatan Bikomi Nilulat , sekolah ini menjadi tumpuan harapan masyarakat perbatasan, jarak dekat dan bisa diakses oleh masyarakat 6 desa di kecamatan  Bikomi nilulat.

 Sedangkan aspek prioritas dengan tujuan agar pemerataan akses pendidikan dari wilayah perbatasan, sebab banyak desa di perbatasan yang masih tergolong daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) sehingga TNI hadir untuk membantu pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan agar anak-anak di perbatasan mendapatkan kesempatan belajar yang setara dengan wilayah lain.

Dikatakannya, sasaran fisik pada Program TMMD ke-127 TA. 2026 wilayah Kodim 1618/TTU di antaranya, pembangunan 4 ruang kelas baru SMAN Bikomi Nilulat, dengan ukuran, panjang 8 meter, lebar 8 M, tinggi 5 M, total ukuran 8x32 meter.

Pria yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim 1618/TTU juga merincikan, ada sasaran fisik tambahan program unggulan Kasad yakni, satu  blok MCK terdiri dari 4 pintu toilet dengan penerima manfaat 372.

Satu unit sumur bor dengan penerima manfaat 378 KK atau 1.198 Jiwa dan Perehaban 2 Unit rumah warga kurang mampu atas nama Yosep Ndun, di desa Sunkaen dan Marcelina Kolo, Desa Nainaban.

Selain itu, ada kegiatan  penghijauan dengan penanaman 1000 anakan Pohon di sepanjang garis perbatasan RI-RDTL dan  pemberian Bantuan tambahan gizi bagi anak  stunting.

Sedangkan sasaran non fisik di antaranya, penyuluhan hukum, penyuluhan wasbang, penyuluhan bahaya radikalisme dan terorisme, penyuluhan rekrutmen prajurit, penyuluhan posyandu bindu, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan ketahanan pangan, penyuluhan lingkungan hidup, penyuluhan bencana alam, penyuluhan stunting dan penyuluhan kesehatan.

Sesuai hasil pengawasan dan evaluasi tim Wasev Mabes TNI AD oleh Waaster Kasad Bidang Binter, Brigjen TNI Boemi Ario Bimo, Kamis (5/3/2026). disebutkan pembangunan SMAN di Kecamatan Bikomi Nilulat diharapkan mampu mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah perbatasan tanpa harus menempuh jarak jauh menuju kota.

“Dengan adanya pembangunan sekolah di sini, anak-anak tidak perlu lagi pergi ke kota yang jaraknya cukup jauh. Hal ini tentu dapat mengurangi beban masyarakat sekaligus membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan di wilayah kecamatan ini,"imbuhnya.

Saat penutupan TMMD ke-127 Desa Sunkaen pada tanggal 11 Maret, 2026, Danrem 161/WS Kupang, Brigjen TNI, Hendro Cahyono menyampaikan, bahwa TMMD merupakan program kerja sama antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

“TMMD ini adalah kerja sama antara pemerintah daerah dengan TNI.  Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah tertinggal melalui pembangunan infrastruktur dan pembangunan masyarakat,” ujarnya.

Jendral bintang satu ini menjelaskan, lokasi TMMD ke-127 dipilih di wilayah perbatasan karena masih terdapat sejumlah kebutuhan dasar masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.

 


Gotong royong saat TNI dan masyarakat membangun tembok bangunan ruang kelas baru SMAN Bikomi Nilulat. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat)

 

Menurutnya, pembangunan ruang kelas di SMAN Bikomi Nilulat dilakukan karena kondisi bangunan sebelumnya dinilai kurang layak untuk kegiatan belajar mengajar.

“Kita melihat ada sekolah yang kondisinya mungkin tidak layak, kemudian kita ajukan kepada pemerintah daerah dan disetujui untuk dibantu melalui program TMMD,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan TNI kepada pemerintah daerah, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Piek Budyakto secara umum menekankan bahwa TMMD merupakan wujud pengabdian nyata TNI dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat, yang mencerminkan kemanunggalan TNI dan Rakyat.

Kegiatan yang mengusung tema "TMMD Darma Bakti Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa" ini berhasil merampungkan berbagai sasaran fisik dan non-fisik di empat kabupaten, yakni Sikka, Timor Tengah Utara (TTU), Bima, dan Jembrana.

Pangdam IX/Udayana selaku Pengendali Kegiatan Operasi (PKO) TMMD menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan program yang mampu memberikan akselerasi pembangunan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan serta kemandirian daerah.


Selama pelaksanaan, Satgas TMMD di empat wilayah tersebut telah berhasil membangun berbagai fasilitas umum dan sosial yang dibutuhkan masyarakat. Tak hanya itu, program ini juga menyertakan sasaran tambahan berupa program unggulan TNI Angkatan Darat yang dipilih berdasarkan skala prioritas.

"Tujuan utamanya adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat di pedesaan melalui pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran," ungkap Pangdam dalam sambutannya.

Pangdam IX/Udayana juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah bersinergi mendukung kelancaran operasional di lapangan.

Secara khusus, apresiasi diberikan kepada rekan-rekan media, baik cetak, elektronik, maupun online.

"Peran media sangat penting dalam memberikan informasi secara aktual, lengkap, dan kredibel kepada masyarakat. Ini adalah bagian dari pertanggungjawaban kami melalui keterbukaan informasi publik," tambahnya.

Kemanunggalan TNI dan Rakyat: Program ini ditegaskan kembali sebagai wujud nyata sinergi antara TNI dan rakyat dalam pembangunan, di mana anggota Satgas bekerja bahu-bahu bersama masyarakat.

 Berakhirnya Program TMMD ke-127, Desa Sunkaen pun bersolek, warga menyambut gembira perubahan itu. Di mata mereka, pendidikan adalah jalan untuk meretas asa membuka pintu masa depan yang lebih cerah.

Dan saat semilir angin bertiup pelan, menerpa wajah wajah yang ceria seakan mengabarkan kepada dunia bahwa meski di desa terpelosok, namun TNI terus mencari, menyapa mereka dari Desa pelosok yang kini jadi beranda terdepan dari NKRI.

 

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut