TMMD Meretas Asa Warga Desa Sunkaen di Batas Negara
Pada bagian depan bangunan itu terpasang satu spanduk berukuran jumbo dengan lebar 3x1,5 meter bertuliskan, selamat datang di sasaran TMMD ke-127 TA. 2026 Kodim 1618/TTU di Desa Sunkaen.
Sedangkan sisi utara dari halaman depan bangunan ini menyuguhkan kemurnian alam yang menyejukkan. Hijau sawah yang menyegarkan mata tampak kian sempurna dengan latar pegunungan yang masih mendekap embun.
Pagi itu, matahari belum nampak, awan hitam masih menyelimuti lokasi itu, ketika Serka Lamberto Da Costa mengangkat satu persatu sak semen Tonasa berukuran berat 40 kg ke pundaknya dan memindahkan dari pinggir jalan ke bagian dalam bangunan.
Derap langkahnya teratur, meski bagian dasar sepatu boot standar militer kebanggaannya terbenam dan berlumuran lumpur akibat hujan semalam, sementara beban di pundak yang berat membuat otot lehernya menegang namun tak ia pedulikan.

Sekira 30 kali bolak balik dengan nafas terengah-engah, tetiba pundaknya ditepuk oleh seorang pria, lalu dengan sigap ia berpaling dan melihat seulas senyum Yakobus Kolo, (62) salah satu warga yang selalu aktif membantu pembangunan gedung itu, lalu tanpa dikomando, ia langsung mengangkat semen terakhir dari pundak Serka lamberto.
Komunikasi mereka berdua lancar dan akrab nampaknya tak ada sekat antara TNI dan masyarakat. Dan ternyata Yakobus ini, adalah pria yang tadi menyelamatkan saya dari terjangan banjir dan membantu saya mendorong sepeda motor melintasi deras air di kali Inbate.
Seketika itu, terlihat dengan perlahan Serka Laberto mengusap keringat bercampur gerimis hujan di dahinya menggunakan lengan baju bermotif loreng dan menepuk baju seragam yang dikenakan yang tak luput dari abu sisa semen, ia menajamkan pandangan di hadapannya, rangka bangunan itu bediri kokoh.
Pada sisi lain bangunan itu, suara palu prajurit TNI terdengar bersahutan, sementara emak-emak warga setempat gotong royong hilir mudik mengangkat batako dan adonan semen dan memberikan kepada prajurit lain di atas tembok.
Editor : Sefnat Besie