TMMD Meretas Asa Warga Desa Sunkaen di Batas Negara
Selanjutnya pada tahun berikutnya, orang tua siswa bersama komite sekolah secara swadaya membangun ruang darurat untuk menampung para siswa.
“Kami bersyukur, Sungguh tak kami sangka, kehadiran TMMD menjadi harapan besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di perbatasan, kami mewakili masyarakat perbatasan mengucapkan terimakasih kepada TNI,”kisahnya.
Sebagai Kepsek di sekolah perbatasan, Florita didukung oleh 18 guru yang terdiri dari Guru ASN 3 orang, PPPK sebanyak 6 Guru, Paruh waktu 8 Guru dan 1 orang tenaga Honorer Komite.
Ia menambahkan, sejak berdirinya sekolah itu, perkembangan siswa terus bertambah, ia masih mengingat, tahun ajaran 2024-2025 jumlah siswa 78 orang anak, kemudian pada tahun ajaran 2025-2026 terus mengalami peningkatan yakni berjumlah 91 siswa.
Kondisi itulah yang mendorong pemerintah daerah rela menganggarkan dana sejumlah Rp987.579.690, (Sembilan ratus delapan puluh tujuh juta, lima ratus tujuh puluh Sembilan ribu, enam ratus Sembilan puluh rupiah) dari APBD untuk mendukung Program TMMD ke 127 TA. 2026 di Wilayah Kodim 1618/TTU.
Wakil Bupati TTU Kamilus Elu saat upacara pembukaan TMMD ke-127 pada tanggal 10 Februari 2026 menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong yang menjadi akar budaya bangsa.
“Untuk itu, saya mengajak masyarakat di perbatasan untuk mendukung kegiatan tersebut, menyuskseskan Program TMMD agar anak-anak kita bisa sekolah dengan nyaman,”pintanya.
Ia menjelaskan, TMMD ke-127 mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, yang mengandung pesan filosofis bahwa pembangunan nasional tidak akan berjalan optimal tanpa penguatan desa sebagai fondasi utama.
“Desa adalah ujung tombak kesejahteraan sekaligus benteng pertahanan kedaulatan negara, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten TTU,” tegasnya.
Pada pelaksanaan TMMD kali ini, Kodim 1618/TTU bersama pemerintah daerah memfokuskan sasaran kegiatan di Desa Sunkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat, dengan prioritas pembangunan empat ruang kelas baru (RKB) di SMA Negeri Bikomi Nilulat.
Atas dasar prioritas pembangunan dari daerah perbatasan, Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Arm. Didit prasetyo Purwanto, SE menjelaskan, program TMMD ini dilakukan sesuai dengan 2 aspek utama yakni strategis dan aspek prioritas.
Menurutnya, strategis karena menjadi satu satunya sekolah di Kecamatan Bikomi Nilulat , sekolah ini menjadi tumpuan harapan masyarakat perbatasan, jarak dekat dan bisa diakses oleh masyarakat 6 desa di kecamatan Bikomi nilulat.
Sedangkan aspek prioritas dengan tujuan agar pemerataan akses pendidikan dari wilayah perbatasan, sebab banyak desa di perbatasan yang masih tergolong daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) sehingga TNI hadir untuk membantu pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan agar anak-anak di perbatasan mendapatkan kesempatan belajar yang setara dengan wilayah lain.
Dikatakannya, sasaran fisik pada Program TMMD ke-127 TA. 2026 wilayah Kodim 1618/TTU di antaranya, pembangunan 4 ruang kelas baru SMAN Bikomi Nilulat, dengan ukuran, panjang 8 meter, lebar 8 M, tinggi 5 M, total ukuran 8x32 meter.
Pria yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim 1618/TTU juga merincikan, ada sasaran fisik tambahan program unggulan Kasad yakni, satu blok MCK terdiri dari 4 pintu toilet dengan penerima manfaat 372.
Editor : Sefnat Besie