ETMC XXXV 2026 Ditunda, Harapan Pencita Bola Flores Menanti Kepastian

Frederikus K. Dokeng
Plt Ketua PSSI NTT Christian MBoeik memberikan klarifikasi terkait penundaan ETMC XXXV. Sabtu ,24/10/2026. ( Foto :Istimewa)

iNewsTTU.id. FLORES TIMUR,  Di tengah harapan masyarakat Flores Timur untuk menyaksikan perhelatan sepak bola terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT), polemik penundaan Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV Tahun 2026 terus menjadi perhatian publik.

Bagi masyarakat Flores Timur, sepak bola bukan sekadar pertandingan yang mempertemukan dua kesebelasan di atas lapangan hijau. Sepak bola juga menjadi ruang perjumpaan, tempat masyarakat menaruh kebanggaan daerah, sekaligus momentum yang dinantikan para pemain, pencinta bola, dan pelaku usaha lokal.

Di tengah harapan tersebut, keputusan penundaan pelaksanaan ETMC XXXV 2026 memunculkan respons dari Panitia Pelaksana. Panitia secara resmi menyampaikan penolakan melalui surat Nomor 28/Pan Pel. ETMC XXXV/2026.

Sementara itu, PSSI NTT sebelumnya menerbitkan surat penundaan melalui Nomor 47/PSSI-NTT/X/2026. Perbedaan sikap antara PSSI NTT dan Panitia Pelaksana itu kemudian menempatkan pelaksanaan turnamen di tengah perdebatan mengenai regulasi organisasi dan kelanjutan agenda kompetisi sepak bola di daerah.

Menanggapi polemik tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua PSSI NTT, P. Christian MBoeik, memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dalam penjelasannya, Christian menegaskan bahwa keputusan penundaan tersebut berkaitan dengan regulasi PSSI di tingkat pusat. Menurut dia, PSSI merupakan organisasi yang memiliki struktur dan jenjang kewenangan, sehingga pelaksanaan kompetisi di daerah harus memperhatikan ketentuan yang berlaku pada tingkat nasional.

Ia menjelaskan, PSSI NTT tidak dapat mengambil keputusan secara terpisah dari kebijakan organisasi di tingkat pusat, terutama apabila terdapat regulasi yang perlu menjadi pedoman bagi penyelenggaraan kompetisi.

“Penundaan ini sesuai dengan regulasi PSSI Pusat. PSSI mempunyai hierarki dari pusat, bukan hanya dari PSSI NTT,” demikian inti penjelasan Christian dalam klarifikasinya.

Regulasi Pusat Menjadi Alasan Penundaan

Christian memberikan gambaran bahwa regulasi sepak bola dapat mengalami penyesuaian sesuai dengan kebijakan organisasi. Salah satu contoh yang disampaikannya ialah kemungkinan penerapan batas usia pemain dalam kompetisi mendatang.

Menurut dia, apabila terdapat ketentuan baru yang harus diterapkan, penyelenggara kompetisi perlu memastikan bahwa pelaksanaan turnamen berjalan sesuai dengan regulasi tersebut.

Persoalan regulasi ini menjadi bagian penting dalam polemik ETMC XXXV 2026. Di satu sisi, terdapat kewenangan organisasi yang harus dijalankan sesuai dengan ketentuan PSSI. Di sisi lain, terdapat harapan masyarakat dan panitia agar turnamen yang telah dinantikan dapat terlaksana sesuai rencana.

Namun, penjelasan mengenai kemungkinan penerapan batas usia pemain tersebut merupakan contoh yang disampaikan Christian untuk menggambarkan pentingnya regulasi. Ketentuan spesifik yang menjadi dasar penundaan ETMC XXXV 2026 tetap perlu merujuk pada dokumen resmi PSSI Pusat.

Dengan demikian, kejelasan mengenai dasar regulasi, alasan penundaan, serta tahapan penyelenggaraan berikutnya menjadi hal yang penting untuk diketahui publik agar tidak menimbulkan penafsiran berbeda di tengah masyarakat.

Christian Mengaku Tetap Mendorong ETMC Digelar di Flores Timur

Di tengah polemik tersebut, Christian juga menyampaikan bahwa dirinya tetap mendorong penyelenggaraan ETMC di Kabupaten Flores Timur.

Ia mengakui Flores Timur memiliki banyak penggemar dan pencinta sepak bola. Dukungan masyarakat terhadap olahraga ini menjadi salah satu hal yang menurutnya patut diperhitungkan dalam penyelenggaraan kompetisi sepak bola di NTT.

Pernyataan itu memberikan gambaran bahwa perdebatan mengenai penundaan tidak serta-merta berarti hilangnya dukungan terhadap Flores Timur sebagai daerah penyelenggara.

Bagi masyarakat setempat, kesempatan menjadi tuan rumah ETMC bukan hanya berkaitan dengan status penyelenggara. Turnamen tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan dukungan terhadap klub kebanggaan, menyambut kedatangan suporter dari daerah lain, dan menghidupkan suasana olahraga di wilayah mereka.

Kehadiran sebuah turnamen besar juga berpotensi memberikan dampak bagi aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha makanan dan minuman, penginapan, transportasi, hingga pedagang kecil yang memanfaatkan ramainya pengunjung.

Karena itu, setiap keputusan mengenai waktu dan pelaksanaan turnamen memiliki arti lebih luas daripada sekadar perubahan jadwal pertandingan. Ada harapan yang perlu dikelola, ada persiapan yang perlu diperhitungkan, dan ada kepastian yang dinantikan oleh berbagai pihak.

Meski demikian, dukungan Christian terhadap penyelenggaraan ETMC di Flores Timur perlu dibedakan dari kepastian waktu pelaksanaannya. Hingga terdapat keputusan resmi yang menjelaskan jadwal dan dasar penyelenggaraan, masyarakat masih memerlukan informasi yang jelas mengenai kelanjutan turnamen tersebut.

Akan Berkoordinasi dengan PSSI Pusat

Christian menyatakan akan berkoordinasi dengan PSSI Pusat terkait surat penundaan pelaksanaan ETMC XXXV 2026.

Koordinasi tersebut, menurut penjelasannya, diarahkan untuk membicarakan kemungkinan penerbitan surat penundaan dengan pelaksanaan turnamen yang direncanakan pada tahun berikutnya.

Langkah koordinasi ini menjadi salah satu bagian yang dinantikan dalam penyelesaian polemik. Kepastian tertulis mengenai jadwal baru, alasan penundaan, serta ketentuan yang menjadi dasar keputusan akan membantu panitia dan pihak terkait menentukan langkah selanjutnya.

Bagi panitia, kejelasan tersebut penting untuk mengevaluasi persiapan dan menyesuaikan rencana penyelenggaraan. Bagi masyarakat, informasi resmi diperlukan agar harapan terhadap turnamen tidak terus berada dalam ketidakpastian.

Sementara bagi PSSI, persoalan ini menjadi ruang untuk menjelaskan hubungan antara kewenangan organisasi di tingkat pusat dan pelaksanaan kompetisi di tingkat provinsi.

Hingga klarifikasi ini disampaikan, rencana koordinasi dengan PSSI Pusat masih menjadi langkah yang dinyatakan Christian. Hasil koordinasi maupun surat resmi terbaru mengenai jadwal penyelenggaraan belum tercantum dalam informasi klarifikasi yang diterima.

Siap Menghadapi Gugatan dari Panitia

Christian juga menanggapi kemungkinan apabila Panitia Pelaksana tidak menerima keputusan penundaan tersebut.

Ia menyatakan siap menghadapi gugatan apabila pihak panitia memilih menempuh jalur hukum untuk mempersoalkan keputusan yang diterbitkan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan pandangan mengenai pelaksanaan ETMC XXXV 2026 tidak hanya menyangkut jadwal turnamen, tetapi juga dapat berkembang menjadi persoalan mengenai dasar kewenangan dan prosedur pengambilan keputusan.

Meski demikian, kemungkinan gugatan masih sebatas pernyataan mengenai langkah yang siap dihadapi Christian. Tidak ada informasi dalam klarifikasi tersebut yang memastikan bahwa gugatan telah diajukan oleh panitia.

Dalam situasi seperti ini, penjelasan yang terbuka dari masing-masing pihak menjadi penting. PSSI NTT perlu memberikan dasar keputusan yang jelas, sementara Panitia Pelaksana berhak menyampaikan keberatan melalui mekanisme organisasi maupun jalur lain yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Kedua pihak juga perlu memastikan bahwa perbedaan pandangan tidak mengaburkan tujuan utama penyelenggaraan kompetisi, yakni memberikan ruang bagi perkembangan sepak bola dan para pemain di Nusa Tenggara Timur.

Editor : Sefnat Besie

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network