Fahmi Abdullahi Nahkodai KKSS NTT 2025–2031, Siapkan Ambulans dan Rumah Singgah

*Sefnat Besie
Fahmi Abdullahi, Ketua KKSS Provinsi NTT. Foto: istimewa

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Fahmi Abdullahi resmi dilantik sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk masa bakti 2025–2031. 

Ia berkomitmen memperkuat persatuan warga perantauan, mendorong kemandirian ekonomi, serta menghadirkan program sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Fahmi yang terpilih secara aklamasi menegaskan, kepemimpinannya akan diarahkan untuk menjadikan KKSS bukan sekadar organisasi paguyuban, melainkan rumah besar yang mampu menyatukan warga, memberdayakan pelaku usaha, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Terpilih secara aklamasi merupakan sebuah kehormatan, tetapi sekaligus tanggung jawab besar yang harus saya jalankan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan,” kata Fahmi saat dikonfirmasi terkait program prioritasnya sebagai Ketua KKSS NTT.

Menurut CEO Jabalmart Group tersebut, ada sejumlah agenda utama yang akan menjadi fokus kepengurusannya selama enam tahun ke depan. 

Agenda itu mencakup konsolidasi organisasi, pemberdayaan ekonomi dan UMKM, pelayanan sosial, pengembangan generasi muda, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Siapkan Ambulans dan Rumah Singgah

Salah satu program yang ingin diperjuangkan Fahmi adalah pengadaan ambulans KKSS dan pembangunan rumah singgah atau sekretariat di Kota Kupang.

Program tersebut diharapkan dapat membantu warga KKSS dari berbagai kabupaten di NTT yang datang ke ibu kota provinsi untuk berobat, mendampingi anggota keluarga yang sakit, maupun mengurus keperluan lainnya.

“Dua gagasan yang ingin kami perjuangkan adalah pengadaan ambulans KKSS dan rumah singgah di Kota Kupang. Kedua program ini diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan serta keluarga dari daerah yang menghadapi kesulitan ketika harus berobat di ibu kota provinsi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, realisasi kedua program tersebut membutuhkan perencanaan, pendanaan, dan sistem pengelolaan yang berkelanjutan agar dapat memberikan pelayanan secara optimal.

Selain program sosial, Fahmi juga menargetkan konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten/kota, kecamatan, dan komunitas warga. Langkah ini dilakukan agar KKSS menjadi organisasi yang solid, aktif, tertata, dan mampu menjawab kebutuhan anggotanya.

Dorong UMKM dan Kemandirian Ekonomi Warga

Di bidang ekonomi, Fahmi berencana mendorong pendataan potensi pengusaha dan UMKM warga KKSS yang tersebar di seluruh wilayah NTT.

Pendataan tersebut akan menjadi dasar untuk membangun jaringan kemitraan usaha, memperluas pasar produk lokal, membuka peluang investasi, serta mempertemukan pengusaha berpengalaman dengan pelaku UMKM dan calon pengusaha muda.

“Kita perlu mengetahui siapa yang bergerak di bidang perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan, transportasi, jasa, industri pengolahan, dan sektor lainnya,” jelasnya.

Ia juga ingin mendorong pelatihan kewirausahaan, peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, pengelolaan keuangan, dan perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.

Dengan langkah tersebut, warga KKSS diharapkan semakin mandiri secara ekonomi sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

Fahmi menilai, potensi warga KKSS perlu diarahkan untuk mendukung sektor-sektor produktif di NTT, termasuk pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, pariwisata, dan industri pengolahan hasil lokal.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, serta paguyuban lainnya.

Perkuat Persatuan dan Harmoni Antarbudaya

Fahmi juga menaruh perhatian pada penguatan solidaritas warga Sulawesi Selatan sekaligus pemeliharaan hubungan harmonis dengan masyarakat lokal dan berbagai kelompok suku serta agama di NTT.

Ia mengungkapkan, dirinya lahir dan besar di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dari keluarga perantau asal Sulawesi Selatan. Pengalaman hidup bersama masyarakat NTT yang beragam menjadi salah satu landasan dalam membangun kepemimpinan KKSS yang terbuka dan inklusif.

“Bagi saya, NTT bukan sekadar tempat tinggal atau tempat mencari nafkah. NTT adalah rumah kita bersama, tempat kita membangun masa depan, membesarkan anak-anak, dan mengabdikan diri bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Fahmi, identitas sebagai warga Sulawesi Selatan harus menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan, bukan menjadi sekat yang memisahkan warga KKSS dari masyarakat lainnya.

Ia menegaskan akan mengedepankan nilai-nilai budaya Bugis-Makassar, yakni sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, yang bermakna saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan.

“Strategi saya adalah memperkuat persatuan warga KKSS dengan mengedepankan prinsip sipakatau, sipakalebbi, sipakainge—saling memanusiakan, saling menghormati, dan saling mengingatkan,” tandasnya.

Fahmi juga mendorong kegiatan lintas budaya, aksi sosial bersama, kerja sama ekonomi, kegiatan kepemudaan, dan dialog antarkomunitas untuk mempererat hubungan antarwarga.

“Saya ingin KKSS menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarsuku dan antaragama. Sebab, kemajuan NTT tidak mungkin dibangun oleh satu kelompok saja. Kemajuan NTT adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ia menambahkan, warga KKSS harus tetap menjaga identitas budaya leluhur sekaligus menghormati adat istiadat masyarakat setempat.

“Prinsip saya sederhana: di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita menjaga kehormatan budaya leluhur, menghormati budaya masyarakat NTT, dan bersama-sama membangun daerah ini dengan semangat persaudaraan,” lanjutnya.

Berdayakan Generasi Muda KKSS

Selain ekonomi dan sosial, pemberdayaan generasi muda menjadi salah satu agenda penting kepengurusan Fahmi.

Ia ingin mendorong program kaderisasi, pelatihan keterampilan, literasi digital, pendampingan usaha rintisan, serta penguatan jejaring pendidikan dan karier.

Menurutnya, generasi muda KKSS perlu dipersiapkan agar memiliki kompetensi, karakter, jiwa kewirausahaan, dan daya saing sehingga mampu mengambil bagian dalam pembangunan NTT.

“Anak-anak muda KKSS harus dipersiapkan menjadi pengusaha, profesional, pemimpin, dan inovator yang mampu bersaing sekaligus memberikan manfaat bagi daerah,” tegasnya.

Fahmi berharap, keterlibatan generasi muda tidak hanya memperkuat keberlanjutan organisasi, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi dan menciptakan peluang kerja.

Targetkan KKSS Bermanfaat bagi Warga dan Masyarakat NTT

Fahmi menargetkan KKSS NTT menjadi organisasi yang solid secara internal, kuat secara ekonomi, peduli secara sosial, dan terbuka dalam membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia menyebut, keberadaan KKSS diharapkan dapat dirasakan oleh hampir 100 ribu warga yang menurutnya tersebar di berbagai wilayah NTT, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.

Baginya, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan atau kemegahan acara organisasi, tetapi dari manfaat nyata yang dihasilkan bagi anggota dan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan kepemimpinan ini bukan sekadar banyaknya kegiatan atau megahnya acara, tetapi berapa banyak warga yang terbantu, usaha yang berkembang, generasi muda yang maju, dan persoalan sosial yang dapat kita selesaikan bersama,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh keluarga besar KKSS untuk menjadikan amanah kepemimpinan tersebut sebagai gerakan bersama dalam memperkuat persatuan, membangun kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kepedulian sosial.

“Pada akhirnya, kita merantau bukan hanya untuk mencari kehidupan yang lebih baik bagi keluarga masing-masing. Kita juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun daerah tempat kita hidup dan membesarkan generasi penerus,” katanya.

Fahmi berharap KKSS NTT ke depan semakin berperan sebagai wadah persaudaraan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan solidaritas sosial yang mampu menjalin hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.

“KKSS harus menjadi organisasi yang membanggakan anggotanya, diterima masyarakat, dan dirasakan manfaatnya oleh semua,” pungkasnya

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network