TMI Kukuhkan Barisan di Flores Timur, Persoalan Petani Jadi Pekerjaan Rumah

Marten Liwu
Pengurus TMI tingkat kecamatan di Kabupaten Flores Timur dikukuhkan (Foto: iNewsTTU.id/Marten)

Flores Timur, iNewsTTU.id- Sejumlah pengurus TMI tingkat kecamatan di Kabupaten Flores Timur dilantik oleh Wakil Ketua Umum TMI, Wilfridus Yons Ebit, di Tanjung Bunga, Kamis (13/8/2026).

Pelantikan itu menjadi bagian dari konsolidasi Tani Merdeka Indonesia (TMI) untuk memperluas kerja organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Namun, bagi Wilfridus Yons Ebit, pembentukan struktur organisasi bukan sekadar soal melengkapi kepengurusan. Ia menekankan agar para pengurus yang baru dilantik bekerja langsung berhadapan dengan persoalan yang dihadapi petani.

Ebit mengatakan, pengurus di tingkat kecamatan harus mampu menjadi penghubung antara kebutuhan petani dan berbagai kebijakan maupun program pemerintah. Persoalan yang dikawal tidak hanya menyangkut produksi, tetapi juga sarana pertanian, teknologi dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

"Para pengurus harus hadir di tengah petani, menyerap aspirasi, membangun kerja sama, serta mengawal berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa petani tidak boleh hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan atau program pembangunan. Menurut dia, petani harus memiliki ruang untuk menentukan arah pembangunan pertanian.

"Dari kecamatan, suara petani diperkuat. Dari desa, gerakan petani dibangun. Dan dari Flores Timur, TMI bertekad menjadikan petani semakin merdeka, berdaya, mandiri, dan sejahtera," pungkasnya.

Di tengah penguatan struktur organisasi TMI, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen menyoroti dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerah itu.

Anton Doni mengapresiasi peran Wilfridus Yons Ebit yang dinilainya ikut membuka akses bagi Flores Timur terhadap berbagai bantuan pemerintah pusat.

Ia menyebut nilai bantuan dan program pertanian yang masuk ke Flores Timur mencapai sekitar Rp35 miliar. Bantuan tersebut mencakup alat dan mesin pertanian (alsintan), serta anakan atau bibit kelapa, jambu mete, jagung dan sejumlah kebutuhan pertanian lainnya.

Menurut Anton Doni, dukungan itu menunjukkan bahwa sektor pertanian Flores Timur mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, posisi Yons Ebit di jajaran pimpinan nasional TMI dinilai menjadi peluang bagi pemerintah daerah dan petani untuk menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung ke tingkat pusat.

Anton Doni menyebut TMI sebagai organisasi yang masih relatif baru. Meski demikian, ia melihat gerakan organisasi tersebut mulai menghasilkan dampak di lapangan.

Ia mencontohkan proses yang dimulai pada Januari dan berlanjut dengan masuknya bantuan traktor roda empat dan roda dua ke Flores Timur pada April.

“Kecepatan seperti ini barangkali tidak pernah kita alami sebelumnya,” sebutnya.

Karena itu, ia mengingatkan agar bantuan pertanian tidak berhenti pada persoalan distribusi barang. Bantuan tersebut harus mampu menjadi investasi yang menggerakkan ekonomi petani dan pada saat yang sama meningkatkan produktivitas pertanian di Flores Timur.

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network