Tiga Lokasi Potensi Garam di Timor Tengah Utara NTT Dilirik
“Kita akan petakan mana tanah adat, mana hak milik masyarakat dan mana aset pemerintah daerah. Semua itu nantinya akan dibahas bersama saat sosialisasi,” ujar Yohanes.
Sementara itu, Ahli Teknologi Sains Pergaraman, Prof. Mahfud Efendy menilai TTU memiliki potensi besar untuk pengembangan industri garam. Menurutnya, kualitas air, ketersediaan lahan dan dukungan iklim menjadi faktor penting yang mendukung pengembangan kawasan tambak garam di daerah tersebut.
“Daerah ini sangat layak untuk pengembangan industri garam. Tinggal bagaimana pemerintah daerah dan investor benar-benar serius merealisasikannya,” katanya.
Selain potensi alam, tim surveyor juga menilai infrastruktur di TTU cukup mendukung karena tersedia akses jalan nasional dan pelabuhan peti kemas yang dinilai dapat mempermudah distribusi hasil produksi ke luar daerah.
Tim surveyor yang diterjunkan terdiri dari Nike selaku Ahli Kualitas Fisika Garam, Dr. Firman Farid sebagai Ahli Pemetaan, dan Prof. Mahfud Efendy sebagai Ahli Teknologi Sains Pergaraman.
Ketiganya merupakan tim ahli dari Universitas Trunojoyo Madura yang ditunjuk oleh PT Blue Steel Industries untuk melakukan survei dan pemetaan awal di TTU.
Editor : Sefnat Besie