Warga Pelosok NTT Bertanya, di Mana Keadilan Sosial dari Negara?

Marten Liwu
Warga Desa Ojandetun, Flores Timur, NTT sedang mengikuti apel HUT ke-81 RI (Foto: iNewsTTU.id/Marten Liwu)

Sumber jaringan terdekat di Kantor Desa Ojandetun pun belum menjadi solusi. Menurut Yohanes, jaringan di lokasi itu digunakan warga dan perangkat desa sehingga kapasitasnya terbatas.

Pilihan lain adalah menuju Desa Hewa. Jaraknya sekitar empat kilometer dari Ojandetun dengan kondisi jalan yang rusak. Di desa itu terdapat sebuah tower besar.

Ironisnya, keberadaan tower tersebut belum otomatis membuat Ojandetun terbebas dari persoalan jaringan. Jarak yang relatif dekat ternyata tidak berarti jangkauan sinyal dapat menjangkau warga di Ojandetun.

Ketimpangan itu tidak berhenti pada persoalan konektivitas. Di sekolah yang sama, persoalan kesejahteraan guru swasta juga masih menjadi pekerjaan rumah.

Seluruh pengajar SDK Kokang berstatus honorer. Mereka menerima upah antara Rp350.000 hingga Rp700.000 per bulan.

Editor : Sefnat Besie

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network