FLORES TIMUR, iNewsTTU.id - Indonesia telah lama memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan fisik. Tahun ini, usia republik genap 81 tahun. Namun, di tengah perayaan kemerdekaan itu, masih ada warga negara yang berhadapan dengan bentuk ketertinggalan yang mestinya sudah lama ditinggalkan.
Di Desa Ojandetun, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kemerdekaan belum sepenuhnya terasa dalam urusan komunikasi. Desa yang berada di ujung selatan Flores Timur itu masih bergulat dengan persoalan jaringan telekomunikasi yang tak kunjung tuntas.
Warga harus berjalan kaki sekitar empat kilometer menuju desa tetangga hanya untuk mendapatkan jaringan telepon. Mereka melakukannya ketika hendak menghubungi keluarga di tempat rantau.
Persoalan serupa dialami guru dan siswa. Di tengah tuntutan pembelajaran berbasis internet, keterbatasan jaringan membuat akses pendidikan digital menjadi sesuatu yang mahal bagi sekolah di pelosok.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
