Kehadiran Frater Herman menjadi secercah harapan bagi para lansia di pelosok TTU. Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan individualistis, langkah sederhana yang dilakukannya membuktikan bahwa kepedulian tidak selalu lahir dari kelimpahan, tetapi dari hati yang tulus untuk berbagi.
Melalui sembako yang dipikul di pundaknya dan perjalanan dari rumah ke rumah, Frater Herman tidak hanya mengantar bantuan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan rasa bahwa para lansia tidak berjalan sendiri menjalani hari-hari mereka.
"Kemuliaan bagi Tuhan dan kebahagiaan bagi sesama," menjadi prinsip yang terus dipegang Frater Herman dalam melayani masyarakat, khususnya para lansia yang hidup di pelosok Kabupaten TTU.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
