Tokoh Agama Sederhana Ini Hadirkan Secercah Harapan untuk 15 Lansia di Dusun Banopo

*Sefnat Besie
Tokoh Agama Sederhana Frater Herman Tugas Ginting OFMConv saat antar sembako dari donatur untuk 15 lansia setiap bulan di Dusun Banopo Kabupaten Timor Tengah Utara NTT. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Rumah sederhana ini adalah tempat terakhir Nenek Elizabeth akan menghabiskan sisa hidupnya, rumah sederhana ini pula adalah tempat ia menyambut uluran tangan sesama. 

Rambutnya telah memutih, penglihatannya mulai samar, dan di usianya yang senja ia hidup tanpa penghasilan tetap. Bahkan, untuk berjalan sehari-hari, Nenek Elisabeth kerap tanpa alas kaki. 

Namun di tengah keterbatasan itu, senyum selalu menghiasi wajahnya setiap kali Frater Herman Tugas Ginting OFMConv datang berkunjung.

Dengan mengenakan pakaian sederhana, bahkan tak jarang hanya memakai celana pendek sambil memikul sembako di pundaknya, Frater Herman menyusuri jalan-jalan kampung untuk mengantarkan bantuan langsung ke rumah para lansia.

Nenek Elisabeth merupakan satu dari sedikitnya 15 lansia yang rutin dikunjungi Frater Herman setiap bulan. Bukan hanya membawa kebutuhan pokok, ia juga menghadirkan perhatian, doa, dan penghiburan bagi mereka yang menjalani masa tua dalam kesendirian dan keterbatasan.

"Setiap bulan mereka mendapat berkat melalui saya. Semua ini berasal dari bantuan para donatur yang berbaik hati. Kami juga berusaha memperbaiki rumah-rumah lansia yang sudah tidak layak huni," kata Frater Herman.

Ia mengaku seluruh bantuan yang dibagikan berasal dari uluran tangan para dermawan. Dengan sederhana, ia menyebut dirinya hanya menjadi perantara.

"Intinya kami mengemis kepada orang-orang yang berbaik hati untuk membantu mereka yang membutuhkan," ujarnya.

Bagi Frater Herman, kunjungan ke rumah para lansia selalu menghadirkan pengalaman yang menyentuh hati. 

Salah satu yang paling membekas adalah ketika para orang tua tetap berusaha menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang meski hidup dalam kekurangan.

"Saya sangat terharu karena mereka selalu berusaha mencium tangan saya dan selalu tertawa setiap kali saya mengunjungi mereka. Dari situ saya belajar untuk terus memberi, meski dari kekurangan yang saya miliki," ungkapnya.

Kehadiran Frater Herman menjadi secercah harapan bagi para lansia di pelosok TTU. Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan individualistis, langkah sederhana yang dilakukannya membuktikan bahwa kepedulian tidak selalu lahir dari kelimpahan, tetapi dari hati yang tulus untuk berbagi.

Melalui sembako yang dipikul di pundaknya dan perjalanan dari rumah ke rumah, Frater Herman tidak hanya mengantar bantuan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan rasa bahwa para lansia tidak berjalan sendiri menjalani hari-hari mereka.

"Kemuliaan bagi Tuhan dan kebahagiaan bagi sesama," menjadi prinsip yang terus dipegang Frater Herman dalam melayani masyarakat, khususnya para lansia yang hidup di pelosok Kabupaten TTU.

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network