Nenek Elisabeth merupakan satu dari sedikitnya 15 lansia yang rutin dikunjungi Frater Herman setiap bulan. Bukan hanya membawa kebutuhan pokok, ia juga menghadirkan perhatian, doa, dan penghiburan bagi mereka yang menjalani masa tua dalam kesendirian dan keterbatasan.
"Setiap bulan mereka mendapat berkat melalui saya. Semua ini berasal dari bantuan para donatur yang berbaik hati. Kami juga berusaha memperbaiki rumah-rumah lansia yang sudah tidak layak huni," kata Frater Herman.
Ia mengaku seluruh bantuan yang dibagikan berasal dari uluran tangan para dermawan. Dengan sederhana, ia menyebut dirinya hanya menjadi perantara.
"Intinya kami mengemis kepada orang-orang yang berbaik hati untuk membantu mereka yang membutuhkan," ujarnya.
Bagi Frater Herman, kunjungan ke rumah para lansia selalu menghadirkan pengalaman yang menyentuh hati.
Salah satu yang paling membekas adalah ketika para orang tua tetap berusaha menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang meski hidup dalam kekurangan.
"Saya sangat terharu karena mereka selalu berusaha mencium tangan saya dan selalu tertawa setiap kali saya mengunjungi mereka. Dari situ saya belajar untuk terus memberi, meski dari kekurangan yang saya miliki," ungkapnya.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
