Wakil Bupati Flotim Tegaskan Studi Banding 90 Petani di Soe Bukan untuk Berwisata
Dari total 90 peserta, sebanyak 80 orang merupakan petani yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Flores Timur, sedangkan 10 peserta lainnya berasal dari Yayasan Karitas. Ignas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia kembali mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar dan membawa pulang pengetahuan baru yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
“Saudara-saudara pergi ke Soe bukan untuk berwisata. Pergilah dengan tujuan utama untuk belajar. Pulang nanti harus membawa ilmu baru untuk diterapkan di tanah sendiri,” pesannya.
Dalam sambutannya, Ignas juga menyoroti masih banyaknya lahan tidur di Flores Timur yang belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, ia berharap para petani dapat mempelajari praktik-praktik pertanian yang berhasil diterapkan di daerah lain.
“Tujuan utama adalah merubah pola pikir. Jangan biarkan lahan kosong. Belajar dari daerah lain yang mungkin secara ekonomi lebih miskin, tetapi praktik pertaniannya lebih maju. Kita harus rendah hati untuk belajar dari mereka,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur berharap studi banding tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Melalui pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan, para petani diharapkan mampu mengelola lahan secara lebih efektif, meningkatkan hasil produksi, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Ignas juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan kembali membawa manfaat bagi pengembangan sektor pertanian di Flores Timur.
Editor : Sefnat Besie