get app
inews
Aa Text
Read Next : ETMC 2026 di Flores Timur Siap Digelar, 500 Penari Hedung Bakal Meriahkan Pembukaan

Wakil Bupati Flotim Tegaskan Studi Banding 90 Petani di Soe Bukan untuk Berwisata

Senin, 08 Juni 2026 | 15:34 WIB
header img
Wabup Flores Timur Ignas Boli Uran melepas 90 petani peserta studi banding ke Soe, TTS (Foto:iNewsTTU.id/Marten).

Flores Timur, iNewsTTU.id- Wakil Bupati Flores Timur (Flotim), Ignas Boli Uran, melepas 90 orang petani yang akan mengikuti studi banding ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Senin, 8 Juni 2026. 

Dalam kesempatan itu, Ignas menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan perjalanan wisata, melainkan investasi pengetahuan untuk meningkatkan kualitas pertanian di Flores Timur.

Di hadapan para peserta, Ignas meminta para petani tidak terpengaruh oleh berbagai komentar negatif yang muncul di tengah masyarakat terkait pelaksanaan studi banding tersebut.

“Saudara-saudara jangan pedulikan komentar orang. Ada yang bilang ini hanya menghabiskan anggaran. Justru studi banding ini adalah cara kita menyiapkan masa depan pertanian Flores Timur,” tegasnya.

Menurut Ignas, studi banding merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas petani melalui pembelajaran langsung di lapangan. Ia menilai petani memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan belajar sebagaimana aparatur pemerintah yang mengikuti berbagai pelatihan dan bimbingan teknis.

“Kalau pejabat bisa ikut pelatihan dengan anggaran negara, kenapa petani tidak? Mereka justru lebih membutuhkan ilmu praktis untuk mengelola lahan. Jadi jangan salah paham, ini bukan wisata,” ujarnya.

Ignas menjelaskan, kegiatan tersebut didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Flores Timur serta bantuan dari sejumlah lembaga mitra. Dukungan datang dari Bappenas, BPR, Yayasan Plan di Soe, Keuskupan Larantuka, Yayasan Gema Indonesia Sejahtera, dan Yayasan Krisna.

“Ini adalah bentuk kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak yang peduli terhadap kepentingan petani kita libatkan untuk mendukung kegiatan ini,” katanya.

Ia menambahkan, pola pembiayaan alternatif menjadi penting agar program pemberdayaan petani tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.

“Kalau kita membangun rumah, uang tidak boleh dicuri. Begitu juga dengan program ini, kita cari sumber dari luar yang peduli terhadap kepentingan petani,” ujarnya.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut