Wakil Bupati Flotim Tegaskan Studi Banding 90 Petani di Soe Bukan untuk Berwisata
Flores Timur, iNewsTTU.id- Wakil Bupati Flores Timur (Flotim), Ignas Boli Uran, melepas 90 orang petani yang akan mengikuti studi banding ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Senin, 8 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Ignas menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan perjalanan wisata, melainkan investasi pengetahuan untuk meningkatkan kualitas pertanian di Flores Timur.
Di hadapan para peserta, Ignas meminta para petani tidak terpengaruh oleh berbagai komentar negatif yang muncul di tengah masyarakat terkait pelaksanaan studi banding tersebut.
“Saudara-saudara jangan pedulikan komentar orang. Ada yang bilang ini hanya menghabiskan anggaran. Justru studi banding ini adalah cara kita menyiapkan masa depan pertanian Flores Timur,” tegasnya.
Menurut Ignas, studi banding merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas petani melalui pembelajaran langsung di lapangan. Ia menilai petani memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan belajar sebagaimana aparatur pemerintah yang mengikuti berbagai pelatihan dan bimbingan teknis.
“Kalau pejabat bisa ikut pelatihan dengan anggaran negara, kenapa petani tidak? Mereka justru lebih membutuhkan ilmu praktis untuk mengelola lahan. Jadi jangan salah paham, ini bukan wisata,” ujarnya.
Ignas menjelaskan, kegiatan tersebut didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Flores Timur serta bantuan dari sejumlah lembaga mitra. Dukungan datang dari Bappenas, BPR, Yayasan Plan di Soe, Keuskupan Larantuka, Yayasan Gema Indonesia Sejahtera, dan Yayasan Krisna.
“Ini adalah bentuk kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak yang peduli terhadap kepentingan petani kita libatkan untuk mendukung kegiatan ini,” katanya.
Ia menambahkan, pola pembiayaan alternatif menjadi penting agar program pemberdayaan petani tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
“Kalau kita membangun rumah, uang tidak boleh dicuri. Begitu juga dengan program ini, kita cari sumber dari luar yang peduli terhadap kepentingan petani,” ujarnya.
Dari total 90 peserta, sebanyak 80 orang merupakan petani yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Flores Timur, sedangkan 10 peserta lainnya berasal dari Yayasan Karitas. Ignas menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia kembali mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar dan membawa pulang pengetahuan baru yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
“Saudara-saudara pergi ke Soe bukan untuk berwisata. Pergilah dengan tujuan utama untuk belajar. Pulang nanti harus membawa ilmu baru untuk diterapkan di tanah sendiri,” pesannya.
Dalam sambutannya, Ignas juga menyoroti masih banyaknya lahan tidur di Flores Timur yang belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, ia berharap para petani dapat mempelajari praktik-praktik pertanian yang berhasil diterapkan di daerah lain.
“Tujuan utama adalah merubah pola pikir. Jangan biarkan lahan kosong. Belajar dari daerah lain yang mungkin secara ekonomi lebih miskin, tetapi praktik pertaniannya lebih maju. Kita harus rendah hati untuk belajar dari mereka,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur berharap studi banding tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Melalui pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan, para petani diharapkan mampu mengelola lahan secara lebih efektif, meningkatkan hasil produksi, serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Ignas juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan kembali membawa manfaat bagi pengembangan sektor pertanian di Flores Timur.
Editor : Sefnat Besie