get app
inews
Aa Text
Read Next : Penanganan TPPO Dipertanyakan, Penghargaan Jalan tapi Perkara Mandek

Niat Sulap Lahan Tidur Jadi Area Pertanian, Rutan Kupang Butuh Bantuan Alat Berat

Senin, 02 Februari 2026 | 12:52 WIB
header img
Rutan Kelas IIB Kupang Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Produktif, Dukung Asta Cita Presiden, Senin(02/02/2026). Foto:Eman Suni

KUPANG,iNewsTTU.id-- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kupang menunjukkan langkah inovatif dengan memanfaatkan lahan tidur seluas lebih dari dua hektar untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya di sektor ketahanan pangan nasional.

Lahan yang selama ini tidak produktif tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi area pertanian hortikultura dengan berbagai jenis tanaman, seperti kangkung, sawi, pakcoy, terong, labu, pepaya, pisang, serta komoditas pertanian lainnya.

Namun, realisasi program ini masih menghadapi kendala teknis. Kondisi lahan yang didominasi batu karang dan bebatuan besar membuat proses pengolahan belum dapat dilakukan secara optimal. Karena itu, Rutan Kupang membutuhkan dukungan alat berat berupa ekskavator untuk membuka dan membersihkan lahan sebelum proses penanaman dimulai.

Kepala Rutan Kelas IIB Kupang, Jumihar Bachtiar Sinurat, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Komisi II DPRD Kota Kupang serta Dinas Pertanian Kota Kupang guna meminta dukungan terhadap pengembangan lahan tersebut.

“Kami sudah bertemu Komisi II DPRD Kota Kupang dan Dinas Pertanian untuk meminta bantuan dukungan alat berat dan bibit tanaman, agar lahan tidur di sekitar rutan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai bentuk dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama ketahanan pangan,” ujar Sinurat, Senin (2/2/2026).

Menurut Sinurat, respons dari DPRD dan Dinas Pertanian sangat positif. Kedua institusi tersebut menyatakan dukungan, baik dalam bentuk penyediaan bibit tanaman maupun alat berat, agar lahan berbatu tersebut dapat diubah menjadi lahan pertanian yang produktif.

“Kami sudah sampaikan kondisi riil lahan ke DPRD dan Dinas Pertanian. Prinsipnya mereka mendukung, sehingga lahan batu karang ini bisa kita olah dan manfaatkan,” tambahnya.

Ia mengakui, luas lahan yang dimiliki Rutan Kupang mencapai sekitar dua hektar, namun hingga kini belum bisa dikelola secara maksimal akibat kerasnya struktur tanah.

“Batunya luar biasa. Kami berharap bisa diberikan ekskavator untuk mencungkil dan membersihkan batu-batu besar ini, supaya kegiatan ketahanan pangan di Rutan Kupang bisa berjalan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sinurat menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan lintas sektor, baik dari Pemerintah Kota Kupang maupun Pemerintah Provinsi NTT.

“Kalau tidak ada dukungan dari jajaran pimpinan di tingkat kota maupun provinsi, tentu program ketahanan pangan ini sulit berjalan,” tegasnya.

Ke depan, hasil pertanian dari lahan Rutan Kelas IIB Kupang tidak hanya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat dan vendor, serta diarahkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digalakkan pemerintah.

Inisiatif ini menjadi bukti bahwa Rutan Kupang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi pusat inovasi dan kontribusi nyata dalam mendukung agenda nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya yang selama ini terabaikan.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut