KUPANG, iNewsTTU.id - Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat diminta waspada terhadap ancaman gelombang tinggi yang diprediksi mencapai 3 meter di sejumlah titik perairan.
Berdasarkan data BMKG NTT, kondisi ini berlaku mulai tanggal 16 hingga 19 Februari 2026.
Pemicu Cuaca Ekstrem
Pihak BMKG menjelaskan adanya pusat tekanan rendah di utara Australia (Broome) yang memicu terbentuknya daerah pertemuan angin di atas wilayah NTT. Kondisi ini meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang berpeluang menimbulkan hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat dan angin kencang.
"Pola angin umumnya bergerak dari arah Barat ke Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 8 hingga 28 knot," tulis BMKG dalam laporannya.
Wilayah Terdampak Gelombang Tinggi (>2.5 - 3 Meter)
Kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan pada periode 18 - 19 Februari 2026, di mana gelombang kategori tinggi diprakirakan akan menerjang wilayah:
Perairan Selatan Sumba
Perairan Selatan Sabu – Raijua
Wilayah Terdampak Gelombang Sedang (>1.25 - 2.5 Meter)
Sementara itu, gelombang kategori sedang hampir merata di seluruh perairan NTT selama tiga hari ke depan, meliputi Selat Sape, Selat Sumba, Laut Sawu, Perairan Selatan Flores, hingga Perairan Selatan Timor - Rote.
BMKG juga memberikan peringatan khusus terkait kemunculan awan Cumulonimbus (awan gelap berbentuk bunga kol). Awan ini dapat memicu peningkatan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara mendadak.
Bagi warga pesisir dan para nelayan yang ingin memantau update terbaru, informasi detail dapat diakses melalui portal Stamar Tenau.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
