KUPANG, iNewsTTU.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlaku selama tiga hari ke depan, mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh sejumlah gangguan atmosfer serta kemunculan bibit siklon tropis di wilayah utara Australia.
"Terpantau aktifnya Gelombang Atmosfer Low dan Kelvin yang memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah NTT," ujar Sti Nenotek dalam keterangan resminya, Jumat (30/1/2026).
Potensi Dampak Bibit Siklon 98P
Selain gelombang atmosfer, BMKG mendeteksi adanya sistem tekanan rendah di sekitar wilayah Teluk Carpentaria, Australia bagian utara, yang kini telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 98P. Keberadaan sistem ini memicu terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) di atas wilayah NTT, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
"Bibit Siklon Tropis 98P diperkirakan bergerak ke arah barat. Dalam periode 24 jam ke depan, peluangnya untuk menjadi siklon tropis masih terpantau rendah, namun tetap berdampak pada peningkatan curah hujan," tambah Sti.
Waspada Bencana Hidrometeorologi
Masyarakat di seluruh wilayah NTT diimbau untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang berdurasi singkat. Kondisi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti, Banjir dan genangan air, Tanah longsor dan banjir bandang, Pohon tumbang serta kerusakan atap akibat angin kencang.
Bagi warga yang berdomisili di daerah rawan, disarankan untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga dapat memantau pembaruan informasi cuaca secara real-time melalui aplikasi daring Info BMKG atau menghubungi langsung kanal resmi BMKG Stasiun Meteorologi Kupang.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
