JAKARTA, iNewsTTU.id – Penyakit gagal ginjal seringkali dijuluki sebagai silent killer karena kemunculannya yang tanpa tanda-tanda jelas. Banyak pasien baru menyadari kondisinya saat fisik sudah menurun drastis dan kerusakan ginjal telah memasuki stadium akhir hingga harus menjalani cuci darah.
Padahal, deteksi dini gagal ginjal sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana dan terjangkau bagi masyarakat luas.
Spesialis Ginjal dan Hipertensi, Prof. Dr. dr. Endang Susalit, menegaskan bahwa pemeriksaan urin lengkap di laboratorium sudah cukup untuk mengetahui kondisi kesehatan ginjal seseorang.
“Urin lengkap saja. Kalau hasilnya bersih, biasanya aman,” ujar Prof. Endang dalam acara paparan perjalanan transplantasi ginjal di Siloam ASRI, Sabtu (14/2/2026).
Pemeriksaan urin ini mampu mendeteksi keberadaan protein atau darah yang menjadi indikator awal gangguan ginjal. Jika rutin dilakukan, langkah ini efektif mencegah penyakit berkembang ke tahap kronis yang memerlukan terapi pengganti ginjal atau dialisis.
Faktor Sosial: Laki-laki Lebih Banyak Jalani Transplantasi
Menariknya, Prof. Endang mengungkapkan bahwa meskipun jumlah penderita gagal ginjal antara laki-laki dan perempuan relatif seimbang, pasien laki-laki lebih banyak yang akhirnya menjalani transplantasi ginjal.
Hal ini rupanya dipengaruhi oleh faktor sosial di Indonesia. Laki-laki yang seringkali menjadi tulang punggung atau pencari nafkah utama membuat keluarga cenderung mendorong upaya transplantasi.
“Laki-laki sering jadi pencari nafkah utama, jadi keluarganya mendorong agar kualitas hidupnya kembali baik dan bisa bekerja lagi,” tambahnya.
Pentingnya Diagnosis Sejak Dini
Kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini menjadi kunci utama. Dengan diagnosis lebih awal, pasien memiliki pilihan terapi yang lebih luas dan peluang keberhasilan penanganan yang lebih tinggi sebelum kerusakan organ menjadi terlalu parah.
Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu munculnya gejala berat seperti muka pucat atau lemas sebelum memeriksakan diri. Tes urin sederhana di laboratorium terdekat menjadi investasi kesehatan yang sangat berharga untuk mendeteksi gagal ginjal sejak awal.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
