Wakapolri Tinjau SPPG SPN Kupang, Apresiasi Menu Lokal dan Target Pembangunan 28 SPPG di NTT

Eman Suni
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengunjungi SPPG Polda NTT, Sabtu (29/11/2025). Foto: Eman Suni

KUPANG,iNewsTTU-- Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Nusa Tenggara Timur, Sabtu sore. Kunjungan kerja di Kupang ini disambut hangat jajaran Polda NTT serta para siswa yang tengah mengikuti pendidikan di SPN Kupang.

Setibanya di area dapur Makanan Bagi Gizi (MBG) Polda NTT, Wakapolri menerima penjelasan lengkap mengenai seluruh tahapan pengelolaan makanan, mulai dari penyimpanan bahan baku, proses pengolahan, area pencucian, hingga penyaluran menu kepada para siswa. Komjen Dedi tampak puas dengan standar pengelolaan gizi yang diterapkan SPPG, yang dinilai telah sesuai ketentuan serta terpantau higienis dan terstruktur.

Dalam kunjungan itu, Komjen Dedi secara khusus mengapresiasi adanya menu lokal khas Nusa Tenggara Timur dalam penyajian makanan bagi siswa. “Saya senang melihat ada menu-menu lokal yang masuk dalam sajian harian. Ini bukan hanya menambah variasi gizi, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Wakapolri.

Ia juga menegaskan pentingnya pembangunan SPPG sebagai bagian dari penguatan layanan internal Polri. “SPPG ini bukan sekadar dapur, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM Polri sejak tahap pendidikan,” katanya.

Komjen Dedi kemudian mengungkapkan bahwa Polri akan membangun 98 SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seluruh Indonesia, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Khusus di NTT, akan dibangun 16 SPPG 3T dan 12 SPPG reguler. “Untuk NTT, peletakan batu pertama ditargetkan dimulai pekan depan,” tegasnya.

Sementara itu, Pengelola SPPG Polda NTT, Jesica Sonabella Sodakain, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Wakapolri yang telah melihat langsung standar pengelolaan dapur MBG. Ia menegaskan seluruh proses pengolahan gizi sudah sesuai petunjuk teknis (juknis).

Menurut Jesica, pihaknya berkomitmen menjaga kualitas layanan. “Semua proses pengolahan sudah sesuai juknis, mulai dari penerimaan bahan baku sampai penyajian. Dapur ini melayani tiga sekolah dengan total 2.700 penerima manfaat, sehingga standar kebersihan dan kualitas gizi selalu kami utamakan,” ujarnya.

Wakapolri menegaskan kembali bahwa pembangunan SPPG merupakan program strategis Polri untuk meningkatkan layanan gizi bagi anggota, sekaligus memperkuat kehadiran negara di wilayah 3T.

Dengan penguatan fasilitas pemenuhan gizi ini, kualitas sumber daya manusia Polri diharapkan semakin meningkat, khususnya bagi para siswa yang sedang menjalani pendidikan dasar kepolisian.

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network