Meski begitu, Hanoe menyatakan bahwa jika ditemukan adanya penyalahgunaan dana, ia siap bertanggung jawab. "Jika itu dianggap penemuan penyalahgunaan, saya siap mengembalikan uang 9 juta tersebut. Tapi saya pastikan, uang itu tidak saya gunakan untuk pribadi, melainkan untuk kegiatan penting di desa," tegasnya.
Ia juga menanggapi masalah transparansi anggaran yang telah diupayakan melalui penyusunan APBDes dan pemasangan papan informasi dalam bentuk baliho yang memuat semua kegiatan desa untuk tahun 2024.
“Masyarakat mungkin ada yang tidak melihat baliho tersebut, namun kami tetap berusaha untuk menjaga transparansi,” katanya.
Hanoe menyampaikan bahwa dirinya tidak marah atas laporan yang diajukan oleh masyarakat ke Kejaksaan Negeri TTU. Menurutnya, hal tersebut adalah bentuk kontrol yang baik untuknya agar bisa lebih baik ke depannya.
"Saya juga adalah manusia biasa yang tentunya tidak luput dari salah. Tapi yang saya sayangkan adalah kenapa kita bersaudara, satu kampung, satu darah, namun hal itu tidak dikonfirmasi terlebih dahulu dengan saya supaya saya jelaskan," ujarnya.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait