Guru Honorer di Kupang: Pengabdian 23 Tahun Agustinus Kini hanya Dihargai Rp223 Ribu

Donal Karouw
Sulianto Indria Putra bersama Agustinus, guru honorer di pedalaman Kupang, NTT, yang gajinya dipotong dari Rp600.000 menjadi Rp223.000 per bulan akibat efisiensi anggaran. (Foto: IG)

KUPANG, iNewsTTU.id – Potret buram kesejahteraan guru honorer kembali menyeruak ke publik. Akibat kebijakan efisiensi anggaran, para pahlawan tanpa tanda jasa di pedalaman Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menelan pil pahit berupa pemotongan gaji yang sangat drastis dan jauh dari kata layak.

Kisah memilukan ini salah satunya dialami oleh Agustinus, seorang guru honorer yang telah mendedikasikan hidupnya selama 23 tahun untuk mendidik anak bangsa.

Sebelumnya, Agustinus menerima honor sebesar Rp600.000 per bulan—angka yang sebenarnya sudah sangat minim. Namun kini, pendapatan tersebut merosot tajam menjadi hanya Rp223.000 per bulan.

Jeritan Hati dari Pedalaman

Kondisi ini terungkap setelah miliarder muda, Sulianto Indria Putra, membagikan realitas tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @leksulii, pada Rabu (25/2/2026). Agustinus bukan satu-satunya yang terdampak. Wesli, seorang guru honorer yang bahkan memegang tanggung jawab sebagai Kepala Sekolah, mengaku hanya menerima honor sebesar Rp100.000 per bulan.

"Terus terang, saya tenaga honor satu bulan Rp100.000," ungkap Wesli dalam unggahan tersebut.

Dengan penghasilan di bawah Rp250.000, kebutuhan dasar keluarga para guru ini dipastikan mustahil terpenuhi. Hal inilah yang memicu keprihatinan luas dari netizen di media sosial.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network