TNI Hadir Buka Keterisolasian Tiga Kecamatan Amfoang Lewat Pembangunan Tiga Jembatan
KUPANG,iNewsTTU.id-- Tiga jembatan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), segera dibangun oleh Satuan Tugas (Satgas) Jembatan Yonzipur 13/Karya Etika sebagai bagian dari program pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan tersebut meliputi Jembatan Nunpisa di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, Jembatan Noelbisnaen di Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat, serta Jembatan Kapsali di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya. Proyek ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026.
Sebelum pekerjaan dimulai, Komandan Kodim 1604/Kupang Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto melakukan monitoring sekaligus pengecekan langsung di ketiga lokasi pembangunan, Rabu (15/7/2026), guna memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

Menurut Letkol Didit, pembangunan jembatan tersebut merupakan program strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang pelaksanaannya dipercayakan kepada TNI Angkatan Darat melalui Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Selanjutnya, Satgas Jembatan Yonzipur 13/Karya Etika ditugaskan untuk melaksanakan pembangunan secara optimal agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
"Program pembangunan jembatan ini merupakan wujud perhatian Bapak Presiden RI kepada masyarakat di daerah. Kami berharap dengan dibangunnya jembatan-jembatan ini, perekonomian masyarakat semakin tumbuh dan berkembang, akses transportasi dari desa menuju kota menjadi lebih mudah, serta aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan distribusi hasil pertanian semakin lancar. Kami juga memohon doa seluruh masyarakat agar pelaksanaan pembangunan dari Juli hingga Desember 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan selesai tepat waktu," ujar Letkol Didit.
Pembangunan tiga jembatan tersebut diharapkan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah Amfoang. Selama ini, masyarakat di Kecamatan Amfoang Barat Laut, Amfoang Barat Daya, dan Amfoang Utara kerap terisolasi saat musim penghujan akibat putusnya akses jalan yang disebabkan meluapnya sungai dan rusaknya jembatan. Dengan hadirnya jembatan permanen, akses transportasi menuju ketiga kecamatan tersebut diharapkan tetap terbuka sepanjang tahun sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga distribusi kebutuhan pokok dapat berlangsung tanpa hambatan.
Di sela kegiatan monitoring, Dandim 1604/Kupang juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan. Bantuan berupa 150 karung beras kemasan lima kilogram dan 150 rak telur dibagikan kepada 150 kepala keluarga sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut turut didampingi Pasi Ops Kodim 1604/Kupang Mayor Inf Agus Arianto, Pasilog Kapten Inf Muh. Said Abdullah beserta staf, Bati Unit Intel Serma Purnomo, serta personel Kowad Serda (K) Lisa dan Serda (K) Ivony.

Kepala Desa Oelatimo, Aprianus Kono, mengaku bersyukur karena jembatan di wilayahnya akhirnya akan dibangun kembali setelah lebih dari empat tahun mengalami kerusakan.
"Selama lebih dari empat tahun jembatan ini tidak bisa digunakan, terutama saat musim hujan. Pemerintah memang sempat melakukan perbaikan, tetapi hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Kami sangat mengapresiasi kehadiran TNI yang akan membangun kembali jembatan ini sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman," katanya.
Hal senada disampaikan warga Desa Tuakau, Ibrahim Toleu. Ia menjelaskan Jembatan Noelbisnaen sebelumnya rusak akibat menggunakan sistem gorong-gorong yang mudah tersumbat saat debit sungai meningkat.
"Kalau hujan deras, banyak batang pohon tersangkut di gorong-gorong hingga aliran air tersumbat dan akhirnya jembatan jebol. Kami berharap pembangunan kali ini menggunakan konstruksi yang lebih kuat dan tidak lagi memakai sistem seperti sebelumnya agar tidak mudah rusak," ujarnya.
Masyarakat berharap pembangunan tiga jembatan tersebut dapat selesai sesuai jadwal sehingga persoalan keterisolasian wilayah saat musim penghujan dapat segera teratasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang, khususnya kawasan Amfoang.
Editor : Sefnat Besie