Pesawat Caravan Perdana Mendarat di Bandara Jack Ukat, Akhiri Penantian 52 Tahun
KEFAMENANANU, iNewsTTU.id – Penantian panjang masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, selama 52 tahun akhirnya terjawab. Ratusan warga memadati Bandara Jack Ukat di Sasi, Rabu (15/7/2026), untuk menyaksikan pendaratan perdana pesawat perintis jenis Caravan.
Suasana haru dan penuh antusias mewarnai momen bersejarah tersebut. Begitu suara mesin pesawat terdengar dari kejauhan, ratusan warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, berlari menuju sisi landasan agar dapat melihat lebih dekat pesawat yang mendarat. Seorang ibu bahkan sempat tersandung dan terjatuh karena terburu-buru, namun kembali bangkit demi menyaksikan momen yang telah lama dinantikan.
Bagi sebagian warga, pendaratan ini membangkitkan kenangan masa lalu. Mereka mengaku terakhir kali menyaksikan pesawat mendarat di Bandara Jack Ukat pada 1974. Sejak pagi, masyarakat telah memadati kawasan bandara untuk memastikan penerbangan perintis benar-benar kembali beroperasi.
"Kami sudah datang tunggu dari jam 7 pagi. Kami mau saksikan apa betul pesawat benar-benar turun atau tidak," ujar Emanuel Siki, warga Sasi.
Harapan serupa disampaikan Raymundus Fallo, warga Bansone. Ia berharap penerbangan perintis dapat beroperasi secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.
"Kami berharap penerbangan ini terus berjalan lancar agar kami bisa manfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi di perbatasan," katanya.
Sementara itu, Pilot in Command (PIC) Capt. Judha Ardiansyah menilai kondisi landasan pacu Bandara Jack Ukat cukup baik dan layak digunakan untuk operasional penerbangan. Meski demikian, ia menyarankan sejumlah peningkatan demi keselamatan penerbangan.

Menurutnya, landasan sebaiknya diaspal, area bandara dipagari agar tidak dilintasi ternak maupun anak-anak saat pesawat lepas landas atau mendarat, serta pepohonan di ujung landasan dipangkas agar tidak mengganggu jarak pandang pilot.
Senada dengan itu, Second in Command (SIC) Capt. Nuruddin menyebut landasan pacu Bandara Jack Ukat telah memenuhi standar untuk penerbangan.
Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengatakan kembali beroperasinya Bandara Jack Ukat diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan konektivitas dengan daerah lain di Nusa Tenggara Timur, memperlancar distribusi barang dan jasa, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta memperkuat peran strategis TTU sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste.
Pendaratan perdana pesawat Caravan tersebut juga ditumpangi Ketua Kadin NTT Bobby Lianto, Letkol Arm (Purn) Eusebio Hornay Rebelo, anggota DPRD TTU Yohanes Usfunan, pengusaha H. Fahmi Abdullahi, Yohanes Yap, dan wartawan Aris Usboko. Momen ini menjadi tonggak baru kebangkitan konektivitas udara di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Editor : Sefnat Besie