get app
inews
Aa Text
Read Next : Misteri Hilangnya Pelajar 16 Tahun di Sikka, Pakaian Ditemukan di Gudang TK

Pemkab Ende Klarifikasi Isu Penggusuran SDI Wolomoni untuk Galeri KDMP

Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:10 WIB
header img
Klarifikasi dari Pemkab Ende soal Isu Penggusuran SDI Wolomoni untuk Galeri KDMP. (Foto istimewa).

ENDE,  iNewsTTU.id--Pemerintah Kabupaten Ende memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan penggusuran dan pembongkaran bangunan SDI Wolomoni di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dikaitkan dengan rencana pembangunan Galeri Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Klarifikasi tersebut disampaikan dalam koordinasi terpadu yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Ende, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTT, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Ende, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pihak sekolah, serta sejumlah unsur terkait pada Rabu (10/6/2026).

Pemerintah menyatakan informasi yang berkembang di media sosial perlu diluruskan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai peristiwa yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Ende, Valentinus Majurutu, menjelaskan bahwa lokasi yang direncanakan untuk pembangunan Galeri Koperasi Desa Merah Putih memang berada di area yang berdekatan dengan SDI Wolomoni. Namun, menurut dia, tidak pernah terjadi penggusuran maupun pembongkaran bangunan sekolah seperti yang ramai diberitakan di media sosial.

Valentinus mengatakan persoalan bermula ketika alat berat jenis ekskavator hendak memasuki lokasi pembangunan. Akses jalan menuju lokasi dinilai terlalu sempit, sementara posisi atap sekolah relatif rendah sehingga dikhawatirkan akan tersentuh oleh alat berat saat melintas.

"Yang terjadi sebenarnya adalah upaya membuka akses bagi alat berat agar dapat masuk ke lokasi yang telah direncanakan. Karena kondisi jalan sempit dan posisi atap sekolah rendah, pihak pelaksana mencari alternatif agar ekskavator bisa melewati area tersebut," katanya.

Menurut dia, pihak vendor kemudian melakukan pengerukan pada sebagian badan jalan desa agar posisi alat berat menjadi lebih rendah ketika melintas. Selain itu, terdapat bagian kecil pada lantai di sekitar akses sekolah yang disentuh untuk memberikan ruang bagi ekskavator.

Namun, langkah tersebut mendapat keberatan dari masyarakat dan para guru yang khawatir terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap lingkungan sekolah.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut