Dari Kupang, PSHT Pusat Ajak Seluruh Warga Kembali Hidup Rukun
Totok menegaskan bahwa kemenangan secara hukum tidak boleh dijadikan alasan untuk memecah belah warga. Sebaliknya, seluruh warga PSHT harus kembali memperkuat persaudaraan dan membangun organisasi bersama-sama.
"Kita tidak bicara siapa yang menang dan siapa yang kalah. Semua adalah saudara. Mari kembali hidup rukun sesuai ajaran SH Terate. Yang terpenting adalah menjaga persaudaraan dan membangun organisasi untuk masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan selama hampir satu dekade telah memberikan dampak terhadap prestasi atlet PSHT di tingkat nasional.
"Kita terlalu lama disibukkan oleh perpecahan sehingga kurang fokus membina atlet. Ke depan mari kita fokus pada prestasi karena banyak event yang menanti. Jangan sampai atlet yang sudah berlatih keras justru kehilangan kesempatan karena persoalan organisasi," tegasnya.
Selain itu, Totok mengajak seluruh warga PSHT untuk mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif dalam membangun kembali kebersamaan.
"Sebagai pendekar harus memiliki kecerdasan dan kemampuan berkomunikasi. Jangan sampai tindakan kita merugikan diri sendiri, organisasi maupun masyarakat," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolsek Maulafa AKP Ferry Alamsyah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi semangat persatuan yang disampaikan pengurus pusat.
Menurutnya, sebagai negara hukum, seluruh pihak harus menghormati setiap putusan hukum yang telah berkekuatan hukum tetap.
"Setelah mendengar penjelasan dari pengurus pusat, saya berpikir tidak perlu lagi berbicara mengenai dualisme. Kita berada di negara hukum sehingga putusan hukum harus dihormati dan diterima bersama," ujar Ferry.
Ia menilai ajakan untuk saling merangkul merupakan langkah terbaik demi menjaga persatuan serta keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Saya mengucapkan selamat kepada PSHT Kota Kupang yang akan melaksanakan kegiatan kenaikan tingkat dan pengukuhan pelatih baru. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan tetap kondusif sehingga tidak mengganggu ketertiban masyarakat," pungkasnya.
Editor : Sefnat Besie