Tren Tenaga Kerja Asal TTU ke Luar Negeri Menurun, Terbanyak Serbu Peluang Dalam Daerah
"Sebanyak 141 orang tercatat bekerja di luar daerah. Kota-kota tujuannya mulai dari Medan, Tangerang, Jambi, Bekasi, hingga Jakarta. Kebanyakan mereka direkrut untuk bekerja sebagai Asisten rumah tangga (ART)," tambahnya.
Yoseph menjelaskan, bagi tenaga kerja dalam negeri (AKAD), proses rekrutmen dilakukan oleh perusahaan kemudian diwajibkan mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kefamenanu.
"Setelah dilatih oleh instruktur di BLK, kami memberikan sertifikat rekomendasi kepada perusahaan untuk kemudian dikirim. Sedangkan untuk tenaga kerja luar negeri (AKAN), pengurusan dan pelatihannya langsung dilakukan di Kupang karena fasilitas di sana lebih memenuhi syarat untuk standar internasional," jelasnya.
Di balik angka-angka keberangkatan tersebut, Kadis Nakertrans memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar selalu menggunakan jalur legal. Ia mengingatkan risiko besar yang menghantui jika warga nekat berangkat tanpa prosedur resmi (non-prosedural).
Yoseph menceritakan kasus terbaru yang menimpa seorang warga asal Bitauni. Warga tersebut jatuh sakit saat bekerja di Malaysia dan harus dipulangkan dalam kondisi yang memprihatinkan karena berangkat secara ilegal.
"Bulan lalu kami baru menjemput satu warga dari Bitauni di Bandara El Tari. Dia pulang dalam kondisi sakit. Setelah dicek, ternyata keberangkatannya ilegal. Kami imbau masyarakat, kalau mau kerja di luar, pastikan perusahaannya resmi dan prosesnya legal. Jangan sampai pergi aman, pulang dalam kondisi menyedihkan atau bahkan tinggal nama," tegas Yoseph.
Editor : Sefnat Besie