get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Pabrik Rumput Laut Rp4,3 Miliar, Anggota DPRD NTT Julius Uly Dipanggil Penyidik

Gubernur NTT Mengamuk: Malu Saya Jadi Pemimpin Kalau Rakyat Mati karena Tidak Bisa Beli Buku

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:07 WIB
header img
Gubernur NTT Nilai Sistem Perlindungan Sosial Gagal kaitan Tragedi Siswa SD di Ngada. Foto istimewa

KUPANG, iNewsTTU.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menilai tragedi kematian seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada sebagai bukti kegagalan sistem perlindungan sosial dan lemahnya kehadiran pemerintah di tengah warga miskin.

Peristiwa memilukan yang diduga dipicu ketidakmampuan korban membeli alat baca tulis akibat kemiskinan itu, menurut Melki, telah menjadi alarm keras bagi seluruh pemerintah daerah di NTT.

“Ini bukan sekadar kejadian individual. Ini tanda bahwa pranata sosial kita gagal, dan pemerintah juga gagal,” tegas Melki di Kota Kupang, Rabu (4/2/2026).

Melki mengungkapkan, kasus tersebut menyita perhatian luas hingga dirinya menerima banyak panggilan dari sejumlah menteri. Namun ironisnya, respons dari pemerintah daerah setempat justru dinilai lambat.

Ia mengaku sempat kesulitan menghubungi pimpinan daerah di Ngada untuk memastikan langkah cepat penanganan keluarga korban.

“Saya WA pimpinan daerahnya lama juga merespon. Akhirnya saya minta orang saya sendiri turun cek. Mati hanya karena miskin, ini sangat mengganggu,” ujarnya dengan nada geram.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut