Gubernur NTT Mengamuk: Malu Saya Jadi Pemimpin Kalau Rakyat Mati karena Tidak Bisa Beli Buku
Gubernur NTT secara khusus menyoroti sikap Pemerintah Daerah Ngada yang disebut tidak tampak hadir bahkan saat prosesi pemakaman korban. Menurutnya, ketidakhadiran negara dalam momen duka warga adalah bentuk kegagalan serius.
“Kirim orang resmi dari Pemda Ngada. Sebagai pemerintah kita gagal mengurus warga negara kalau begini. Saya malu sebagai gubernur,” kata Melki.
Ia juga meminta agar pemerintah daerah segera mengurus makam korban sebagai bentuk tanggung jawab negara kepada warganya.
Melki memperingatkan, kejadian serupa tidak boleh terulang di tengah derasnya aliran bantuan sosial dari pemerintah pusat ke NTT, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurutnya, jika masih ada warga yang meninggal akibat persoalan dasar seperti kemiskinan ekstrem, maka aparat dan pemangku kebijakan terkait patut dimintai pertanggungjawaban.
“Kalau besok ada lagi kejadian model begini, saya tuntut orang-orangnya. Uang triliunan masuk ke NTT, tapi masih ada warga mati karena hal begini, ini tidak masuk akal,” tegasnya.
Melki juga menyinggung bahwa persoalan ini berpotensi menjadi sorotan nasional, terutama bila diketahui Presiden Prabowo Subianto dalam forum rapat koordinasi nasional yang dihadiri ribuan kepala daerah.
“Pak Prabowo paling marah soal hal-hal begini. Ini bukan cuma soal satu daerah, tapi wajah kita sebagai pemerintah,” pungkasnya.
Editor : Sefnat Besie