get app
inews
Aa Text
Read Next : Simak Jadwal Seleksi Penerimaan Polri 2025 Bagi Peserta di Wilayah Hukum Polda NTT

Anak Usia 15 Tahun di NTT Jadi Korban Kekerasan Seksual, Orangtua Terima Uang Damai Rp10 Juta

Kamis, 13 Oktober 2022 | 12:03 WIB
header img
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy. Kamis (13/10/2022). Foto : Eman Suni/Inews Tv

KUPANG,iNewsTTU.id-- Nasib malang menimpa Gadis berusia 15 tahun asal Kabupaten Manggarai Timur menjadi korban kekerasan seksual hingga melahirkan seorang bayi.

Terhadap kasus ini, ibu kandung korban telah melapor ke Polres Manggarai Timur pada tanggal 16 Juli 2022 dengan Laporan Polisi Nomor : LP/99/VII/2022/NTT/Polres Manggarai Timur.

Berdasarkan laporan ini, polisi telah membuat Surat Perintah Penyelidikan, dan Surat Panggilan pemeriksaan saksi dari Unit PPA Satuan Reskrim Polres Manggarai Timur, namun belum ada kepastian hukum untuk penahanan tersangka kekerasan seksual terhadap korban.

Orangtua korban juga pernah mengirim surat untuk Kapolri, dengan tembusan kepada Waka Polri, Irwasum Polri, Ketua Komisi III DPR RI, dan Ketua Kompolnas RI, untuk meminta bantuan, karena akibat kekerasan seksual tersebut korban hamil dan kini telah melahirkan seorang bayi yang membutuhkan perhatian khusus.

Saat konfirmasi dengan Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Ariasandy menjelaskan berdasarkan informasi yang diterima dari penyidik yang menangani perkara tersebut, kasus ini tidak berlanjut karena pihak Ibu korban bersama pelaku telah membuat kesepakatan damai, melalui pembayaran denda adat senilai Rp10 juta.

"Informasi yang kami dapat dari penyidik, bahwa pelaku kekerasan seksual dengan ibu korban telah sepakat untuk damai, dengan membayar denda sebesar Rp 10 juta sesuai kesepakatan dengan ibu kandung korban," jelas Ariasandy.

Meski telah berdamai, namun Pihak Polres Manggarai Timur tetap menindaklanjuti laporan ini, karena  kasus kekerasan seksual terhadap anak, masuk dalam kategori tindak pidana murni, sedangkan untuk kesepakatan damai itu menjadi urusan internal keluarga korban dengan pelakunya.

Kondisi ini membuat penyidik agak kesulitan menangani para pelaku maupun korban, penyidik juga telah beberapa kali meminta pihak korban untuk menjalani pemeriksaan, namun tidak pernah memenuhi panggilan penyidik.

Namun demikian, pihak Polres Manggarai Timur tetap menindaklanjutinya.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut