Setiap bulan, bantuan diberikan kepada dua anak yang sedang menempuh pendidikan di tingkat SMP, satu anak tingkat SMA, serta dua mahasiswa.
Selain bantuan rutin tersebut, terdapat pula 25 anak yang mendapat bantuan perlengkapan sekolah setiap tahun ajaran baru.
Berbagai bantuan ini menjadi bentuk dukungan agar masyarakat yang hidup dalam keterbatasan tetap memiliki kesempatan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan memperoleh pendidikan yang layak.
Di Banopo, langkah sederhana Frater Herman bersama para donatur menghadirkan arti penting solidaritas.
Dari rumah ke rumah, bantuan sembako menjadi tanda bahwa para lansia tidak dilupakan, sementara dukungan pendidikan membuka harapan bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan.
Bagi Frater Herman, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berbagi.
Baginya, Justru dari keterbatasan itulah kepedulian terhadap sesama terus dirawat, agar mereka yang lemah dan membutuhkan tetap merasakan kehadiran orang-orang yang peduli, demi kemuliaan bagi Tuhan dan kebahagiaan bagi sesama.
Kepala Desa Tublopo Doratea Naikteas mengatakan jumlah kk di Desanya sebanyak 414 KK, dengan jumlah jiwa 1639 orang.
Jumlah tersebut hampir semuanya adalah masyarakat petani dan warga kurang mampu.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
