Kisah Frater Herman, Tokoh Agama Asal Karo yang Setia Berbagi untuk Lansia di Banopo dan Tublopo

*Sefnat Besie
Fr. Herman Tugas Ginting, OFMConv, tokoh agama asal Karo, Sumatera Utara, saat berbagi untuk warga lansia di Banopo dan Tublopo. (Foto: istimewa).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Di tengah keterbatasan hidup, kepedulian terhadap sesama menjadi kekuatan untuk terus berbagi. 

Itulah yang dilakukan Fr. Herman Tugas Ginting, OFMConv, tokoh agama asal Karo, Sumatera Utara, yang setiap bulan mendatangi rumah-rumah warga lanjut usia (lansia) di Dusun Banopo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mengantarkan bantuan sembako.

Di hadapan sebuah pondok yang kondisinya hampir roboh, Sisilia Nesi, seorang janda lansia, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang terus diterimanya setiap bulan.

Sisilia merupakan 1 dari 12 lansia di Dusun Banopo dan Tublopo yang berhak mendapatkan bantuan dari donatur melalui Fr. Herman. 

Pagi itu, Sisilia tidak pernah menyangka masih ada orang yang begitu peduli terhadap kehidupannya. Bantuan sembako dari Frater Herman bersama para donatur menjadi salah satu bentuk perhatian yang menguatkan dirinya dalam menjalani hari-hari di usia senja.

Bagi Frater Herman, bantuan tersebut bukan sekadar memberikan kebutuhan pokok, melainkan juga wujud kepedulian terhadap sesama yang hidup dalam keterbatasan.

“Setiap bulan kami membantu 12 lansia di Banopo dan Tublopo dengan sembako. Kami tidak mampu melihat kaum lemah dan tidak berdaya hidup menderita,” ungkap Frater Herman.

Frater Herman telah berkarya di Dusun Banopo sejak 2018. Selama berada di tengah masyarakat, ia berupaya hadir bukan hanya sebagai pelayan umat dalam kehidupan rohani, tetapi juga sebagai saudara bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.

Demi membantu umatnya, ia mengaku tidak malu meminta bantuan kepada para donatur. 

Baginya, selama bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat kecil, ia bersedia melakukan berbagai upaya untuk menggalang kepedulian.

“Saya tidak malu meminta bantuan kepada para donatur demi membantu umat yang membutuhkan,” demikian semangat yang dipegangnya dalam menjalankan aksi sosial tersebut.

Tak Hanya Lansia, Anak Sekolah dan Mahasiswa Juga Dibantu

Kepedulian Frater Herman tidak berhenti pada pemberian sembako kepada para lansia. 

Ia juga memberikan perhatian kepada anak-anak dan generasi muda yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.

Setiap bulan, bantuan diberikan kepada dua anak yang sedang menempuh pendidikan di tingkat SMP, satu anak tingkat SMA, serta dua mahasiswa.

Selain bantuan rutin tersebut, terdapat pula 25 anak yang mendapat bantuan perlengkapan sekolah setiap tahun ajaran baru.

Berbagai bantuan ini menjadi bentuk dukungan agar masyarakat yang hidup dalam keterbatasan tetap memiliki kesempatan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan memperoleh pendidikan yang layak.

 

Di Banopo, langkah sederhana Frater Herman bersama para donatur menghadirkan arti penting solidaritas. 

Dari rumah ke rumah, bantuan sembako menjadi tanda bahwa para lansia tidak dilupakan, sementara dukungan pendidikan membuka harapan bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan.

Bagi Frater Herman, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berbagi. 

Baginya, Justru dari keterbatasan itulah kepedulian terhadap sesama terus dirawat, agar mereka yang lemah dan membutuhkan tetap merasakan kehadiran orang-orang yang peduli, demi kemuliaan bagi Tuhan dan kebahagiaan bagi sesama.

Kepala Desa Tublopo Doratea Naikteas mengatakan jumlah kk di Desanya sebanyak 414 KK, dengan jumlah jiwa 1639 orang.

Jumlah tersebut hampir semuanya adalah masyarakat petani dan warga kurang mampu.

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network