Sumur Bor Polda NTT Bikin Beban Air Warga Belo Turun Drastis, Kini Cukup Rp30 Ribu per Bulan

*Sefnat Besie
Pengakuan Warga Belo, kini tak lagi kesulitan air bersih setelah dapat bantuan sumur bor dari Polda NTT. (Foto: Istimewa).

KUPANG, iNewsTTU.id – Bantuan sumur bor dari Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) membawa perubahan nyata bagi warga Kelurahan Belo, Kota Kupang.

Jika sebelumnya warga harus mengeluarkan biaya hingga Rp200 ribu bahkan hampir Rp300 ribu setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, kini pengeluaran tersebut turun drastis menjadi sekitar Rp30 ribu per bulan.

Dampak tersebut disampaikan perwakilan warga Kelurahan Belo, Alfons Funai, dalam acara peresmian dan penyerahan bantuan sosial yang dihadiri jajaran Polda NTT dan Polres Kupang Kota.

Alfons mengatakan, sebelum adanya sumur bor, persoalan air bersih menjadi beban tersendiri bagi masyarakat. Warga terpaksa membeli air menggunakan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Tadi malam kita bincang-bincang dengan bapak-bapak dari Polresta Kupang Kota, kami di sini itu sebelum sumur bor, pengeluaran khusus air bersih sekitar 200 hampir sampai 300 ribu rupiah. Ini memang bagi sebagian masyarakat yang lain mungkin hal yang biasa, tapi bagi kami sangat-sangat memberatkan," ujar Alfons.

Menurutnya, manfaat sumur bor tersebut sebenarnya telah dirasakan warga selama kurang lebih tiga bulan, meski peresmian bantuan baru dilakukan secara resmi.

Perubahan biaya yang harus dikeluarkan warga pun cukup signifikan.

"Perbandingan pengeluaran sebelum bantuan hampir 200 sampai 300 ribu rupiah, tetapi setelah bantuan, sudah tiga bulan kami cukup mengeluarkan 30.000 dalam satu bulan. Ini yang memang sangat luar biasa yang kami rasakan," katanya.

Alfons mewakili masyarakat Kelurahan Belo menyampaikan apresiasi kepada Kapolda NTT dan jajaran kepolisian yang telah merespons kebutuhan warga, mulai dari proses survei hingga pembangunan fasilitas sumur bor.

Hal senada disampaikan Ketua RT 22 Kelurahan Belo, Ofris Kaseh. Ia mengatakan, respons kepolisian terhadap permohonan bantuan sumur bor berlangsung cepat.

"Surat saya masuk itu tidak sampai satu minggu, langsung direspons dengan begitu cepat. Tim langsung turun survei lapangan. Bapak Babin yang aktif luar biasa mensurvei lapangan, koordinasi, dan kami mendapatkan bantuan itu," ungkap Ofris.

Tak hanya sumur bor, warga Kelurahan Belo juga merasakan manfaat bantuan penerangan berupa lampu jalan yang dipasang di lingkungan mereka.

Menurut Ofris, keberadaan lampu jalan turut meningkatkan keamanan lingkungan. Ia bahkan menyebut tidak lagi terjadi kasus pencurian sejak fasilitas penerangan tersebut tersedia.

"Sejak bantuan lampu jalan dari Bapak Kapolda, tidak ada lagi pencurian. Kami sangat rasakan hal yang luar biasa," ujarnya.

Warga berharap perhatian dan bantuan serupa terus diberikan kepada masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih dan penerangan lingkungan.

Masyarakat Kelurahan Belo juga menyampaikan terima kasih kepada Polda NTT dan seluruh jajaran yang telah memberikan bantuan serta merespons kebutuhan warga secara langsung.

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network