Rutan Kefamenanu Gandeng Petani Lokal Tanam Jagung Hibrida Rawat Ketahanan Pangan

*Sefnat Besie
Rutan Kefamenanu dan petani lokal didampingi PPL Pertanian tanam jagung hibrida di lahan Rutan di Kelurahan Kefamenanu Selatan. (Foto iNewsTTU.id/Sefnat).

"Kami memiliki lahan yang cukup luas sehingga harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai lahan yang ada tidak digunakan. Karena itu kami tetap menjalankan kegiatan pertanian ini sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan," katanya.

Untuk musim tanam perdana ini, pihak rutan menargetkan hasil panen mencapai 10 hingga 12 ton jagung. Target tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk memperluas pengembangan pertanian di masa mendatang.

Sementara itu, Mohamad Tri Chahyono sebagai mitra Rutan Kefamenanu,  ia mengaku tertarik mengembangkan sektor pertanian di TTU karena melihat peluang usaha yang cukup menjanjikan.

"Harga hasil pertanian di sini relatif lebih tinggi dibandingkan di Jawa. Itu yang membuat saya tertarik mengembangkan usaha pertanian sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat agar lahan-lahan kosong dapat dimanfaatkan secara produktif," katanya.

Mas Cahyo menjelaskan dirinya telah mengelola lahan tersebut selama hampir satu tahun. Sebelum ditanami jagung hibrida, lahan itu telah menghasilkan berbagai komoditas hortikultura seperti sawi, kangkung, tomat, cabai, pare, patola, dan kacang panjang.

Menurutnya, hasil panen selama ini mendapat respons positif dari masyarakat karena lokasi kebun yang dekat dengan pasar serta memungkinkan pembeli memetik hasil pertanian secara langsung.

"Untuk mendukung penanaman jagung saat musim kemarau, kami memiliki sumur bor yang dapat membantu kebutuhan air tanaman. Target kami panen bisa mencapai 10 sampai 12 ton," ujarnya.

Pendampingan teknis terhadap kegiatan tersebut dilakukan oleh tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kota Kefamenanu. Salah satu penyuluh pertanian, Hendrika Maria Laki, menjelaskan kerja sama antara Mas Cahyo dan pihak Rutan Kefamenanu telah berlangsung sejak Mei 2025.

Menurut Hendrika, lahan seluas sekitar 0,80 hektare yang saat ini digunakan untuk budidaya jagung sebelumnya dimanfaatkan untuk berbagai tanaman hortikultura. Namun, dalam rangka mendukung program swasembada pangan, petani didorong untuk mengembangkan komoditas jagung.

Editor : Sefnat Besie

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network