KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Investasi pengembangan tambak garam di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mulai memasuki tahap nyata.
Kehadiran investasi ini diharapkan tidak hanya membuka peluang usaha bagi warga pemilik lahan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan menghadirkan berbagai fasilitas pendukung bagi masyarakat.
Harapan tersebut menguat setelah PT Blue Ocean Salt resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan warga pemilik lahan tambak garam di Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU, Kamis (13/8/2026).
Penandatanganan PKS dilakukan langsung Direktur Utama PT Blue Ocean Salt, Lay Rohi, bersama para pemilik lahan di Kantor Camat Biboki Moenleu. Kegiatan ini turut dihadiri Staf Khusus Bupati TTU Bidang Hubungan Masyarakat, Pembangunan dan Investasi, Elias Koa, Camat Biboki Moenleu Apolinaris Usfal, pimpinan OPD serta sejumlah kepala desa.
Untuk tahap awal atau cluster 1, PT Blue Ocean Salt akan mengembangkan tambak garam di atas lahan seluas 30 hektare.
Lay Rohi mengatakan, setelah PKS dengan pemilik lahan ditandatangani, perusahaan segera menurunkan tim khusus untuk melakukan pemetaan dan penyusunan rencana teknis pembangunan tambak garam.
“Untuk tahap satu ini sesuai dengan yang sudah disampaikan tadi sebanyak 30 hektare yang sudah tanda tangan PKS,” ujar Lay Rohi.
Menurutnya, material pembangunan seperti geomembran dan peralatan pengeboran saat ini telah dalam proses pengiriman dan ditargetkan segera tiba di Kabupaten TTU.
“Riilnya akan ada tim khusus yang akan turun untuk membuat pemetaan terkait tambak garam ini,” katanya.
Tak Hanya Tambak Garam
Staf Khusus Bupati TTU Bidang Hubungan Masyarakat, Pembangunan dan Investasi, Elias Koa, mengapresiasi terwujudnya kerja sama antara perusahaan dan warga pemilik lahan.
Menurut Elias, PKS tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan antara Pemerintah Kabupaten TTU dan PT Blue Ocean Salt.
Ia menilai investasi tersebut memiliki manfaat yang lebih luas karena perusahaan tidak hanya berencana mengembangkan sektor tambak garam.
“Dalam investasi ini PT Blue Ocean Salt tidak hanya fokus mengurus tambak garam,” kata Elias.
Selain tambak garam, perusahaan disebut akan mengembangkan sejumlah sektor pendukung, antara lain jaringan listrik, SPBU, pengembangan rumput laut hingga penyulingan air laut menjadi air tawar.
Rangkaian investasi tersebut diharapkan dapat membuka aktivitas ekonomi baru, menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Pantura TTU.
Elias mengatakan, keseriusan perusahaan dalam merealisasikan investasi tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat, khususnya warga yang memiliki lahan di kawasan pengembangan.
Ia berharap kerja sama yang telah dimulai dapat menjadi pemicu bagi pemilik lahan lainnya untuk ikut terlibat dalam pengembangan kawasan.
“Harapan Bapak Bupati adalah semoga semua bapak ibu yang sudah bekerja sama hari ini bisa menjadi penyemangat bagi bapak ibu pemilik lahan lain yang belum atau sedang berproses,” ujarnya.
Dengan masuknya investasi dan pengembangan berbagai sektor produktif tersebut, Pemerintah Kabupaten TTU berharap kawasan Pantura yang selama ini identik dengan kondisi kering dapat berkembang menjadi kawasan ekonomi baru yang lebih produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
