KUPANG, iNewsTTU.id – Perselisihan antara petugas SPBU dan pemilik kendaraan terkait penggunaan barcode BBM subsidi belakangan ini marak terjadi di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk di Kota Kupang.
Permasalahan umumnya terjadi saat pemilik kendaraan mengantre untuk mengisi BBM subsidi menggunakan barcode. Namun, setelah barcode dipindai oleh petugas SPBU, sistem menunjukkan barcode tersebut telah digunakan oleh pihak lain sehingga kendaraan tidak dapat melakukan pengisian kembali.
Kondisi tersebut sempat terjadi di Kota Kupang pada pekan lalu dan memicu keluhan dari masyarakat pengguna BBM subsidi.
Menanggapi persoalan itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa kasus serupa sering terjadi, terutama pada kendaraan yang telah berpindah tangan atau dibeli dalam kondisi bekas.
Editor : Sefnat Besie
