Tim gabungan tersebut melakukan verifikasi lapangan guna menentukan status tanggap darurat serta langkah penanganan selanjutnya.
“Kami sebagai leading sector bersama Dinas Sosial memastikan hasil pendataan ini akan menjadi dasar penetapan status, apakah darurat atau tidak,” ungkap Felismino.
Sementara itu, kondisi air di lokasi saat ini telah surut seiring meredanya hujan. Namun demikian, warga diminta tetap waspada karena potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpeluang terjadi di wilayah TTU dalam beberapa hari ke depan.
Meski berdampak luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, karena banjir hanya menggenangi permukiman,” tegasnya.
Untuk penanganan kesehatan warga terdampak, Dinas Kesehatan telah mendirikan posko siaga di lokasi guna memberikan pelayanan medis bagi masyarakat.
BPBD TTU mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di wilayah yang dilintasi aliran kali yang bersifat sementara atau “kali mati” yang bisa meluap saat hujan deras.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
