Kasus Gigitan HPR yang Ditangani Puskesmas Kota Kefa Capai 2000, Stok SAR Kosong

*Sefnat Besie
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan TTU, drg. Eykman S. Henukh.( Foto iNewsTTU.id/Sefnat).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, memastikan stok vaksin anti rabies (VAR) untuk penanganan korban gigitan hewan penular rabies (HPR) saat ini tersedia di seluruh puskesmas. Namun, serum anti rabies (SAR) hingga kini masih mengalami kekosongan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan TTU, drg. Eykman S. Henukh, mengatakan sebanyak 1.500 vial vaksin anti rabies baru diterima sekitar dua pekan lalu dari pemerintah pusat.

"Sebelumnya memang sempat terjadi kekosongan stok. Untuk mengatasi kondisi itu kami meminjam vaksin dari Kabupaten Kupang, Belu, dan Malaka, karena stok dari pusat juga sedang kosong," ujarnya.

Menurut Eykman, setelah stok baru diterima, vaksin langsung didistribusikan sesuai kebutuhan masing-masing puskesmas melalui Gudang Farmasi Kabupaten, Setiap puskesmas dapat mengajukan permintaan sesuai jumlah kebutuhan pelayanan.

Editor : Sefnat Besie

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network