KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Banjir yang melanda Desa Oekopa, Kecamatan Bikomi Tanpah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pada Senin (17/3/2026) sore, menyebabkan ratusan warga terdampak.
Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTU mencatat sekitar 150 kepala keluarga atau kurang lebih 500 jiwa terdampak.
Pelaksana harian (Plh) BPBD TTU, Felismino Askeli, menjelaskan bahwa banjir terjadi sekitar pukul 16.06 WITA akibat luapan air dari kali yang melintasi permukiman warga di Dusun 3 dan Dusun 4 Desa Oekopa.
“Air meluap dari kali ke permukiman penduduk, sehingga menggenangi rumah warga,” ujarnya.
Menurut Felismino, BPBD TTU menerima laporan kejadian pada pukul 17.10 WITA dan langsung mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan awal serta pendataan dampak.
Dikatakan, Dari hasil pendataan sementara, banjir menyebabkan sejumlah kerugian materiil, di antaranya peralatan dapur milik warga, ternak, serta barang-barang pribadi yang ikut terendam. Selain itu, lahan pertanian seluas lebih dari 2 hektare juga terdampak, termasuk pupuk milik warga yang rusak karena terendam air.
“Pupuk yang disiapkan masyarakat untuk musim tanam ikut terendam banjir, sehingga mengalami kerusakan,” jelasnya.
Untuk penanganan lanjutan, BPBD TTU bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait turun langsung ke lokasi. OPD yang terlibat antara lain Dinas PUPR, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PRKPP), Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, serta Dinas Sosial.
Tim gabungan tersebut melakukan verifikasi lapangan guna menentukan status tanggap darurat serta langkah penanganan selanjutnya.
“Kami sebagai leading sector bersama Dinas Sosial memastikan hasil pendataan ini akan menjadi dasar penetapan status, apakah darurat atau tidak,” ungkap Felismino.
Sementara itu, kondisi air di lokasi saat ini telah surut seiring meredanya hujan. Namun demikian, warga diminta tetap waspada karena potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpeluang terjadi di wilayah TTU dalam beberapa hari ke depan.
Meski berdampak luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, karena banjir hanya menggenangi permukiman,” tegasnya.
Untuk penanganan kesehatan warga terdampak, Dinas Kesehatan telah mendirikan posko siaga di lokasi guna memberikan pelayanan medis bagi masyarakat.
BPBD TTU mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di wilayah yang dilintasi aliran kali yang bersifat sementara atau “kali mati” yang bisa meluap saat hujan deras.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
