“Kita melihat ada sekolah yang kondisinya mungkin tidak layak, kemudian kita ajukan kepada pemerintah daerah dan disetujui untuk dibantu melalui program TMMD,” jelasnya.
Selain pembangunan ruang kelas, program TMMD juga menghadirkan sejumlah fasilitas tambahan seperti pembangunan sumur bor, MCK, serta bantuan perbaikan dua unit rumah tidak layak huni bagi masyarakat.
Sumur bor tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh pihak sekolah, tetapi juga dapat digunakan oleh masyarakat sekitar yang membutuhkan akses air bersih.
“Jika sekolah tidak memiliki air tentu akan sulit menjalankan aktivitas. Sumur bor ini bisa dimanfaatkan bersama oleh sekolah dan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Timor Tengah Utara, Kamilus Elu, menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang telah membantu pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah perbatasan.
Ia mengatakan, tambahan ruang kelas dan fasilitas pendukung tersebut sangat membantu meningkatkan kenyamanan belajar bagi para siswa.
“Kami sebagai pimpinan daerah mengucapkan terima kasih kepada Pangdam IX/Udayana, Danrem 161/Wirasakti, serta seluruh jajaran TNI yang telah membantu membangun ruang kelas dan fasilitas lainnya di sekolah ini,” ujarnya.
Menurut Kamilus, pembangunan tersebut menjadi bukti nyata komitmen membangun Indonesia dari wilayah perbatasan.
“Anak-anak kami di perbatasan kini bisa belajar dengan lebih nyaman, aman, dan merasakan pembangunan yang hadir hingga ke daerah perbatasan,” katanya.
Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi NTT Wilayah II TTU–Belu–Malaka, Paul Kolin, juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan pembangunan tersebut.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
