SOE, iNewsTTU.id - Kecemasan mendalam masih menyelimuti keluarga Yomri Tenis (40), nelayan asal Desa Kele, Kecamatan Kuanfatu, yang hilang di perairan
Pantai Oetune sejak Kamis (12/02/2026). Pihak keluarga akhirnya membeberkan kronologi detik-detik sebelum korban hilang kontak setelah mesin perahunya
mati di tengah laut.
Panggilan Darurat Pukul 17.00 WITA
Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa naas ini bermula pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 WITA. Saat itu, Yomri sempat menghubungi saudaranya
melalui telepon genggam. Dalam percakapan singkat tersebut, korban mengabarkan bahwa mesin perahu yang digunakannya mengalami kerusakan parah.
"Dia (korban) bilang mesinnya rusak dan perahu sudah mulai hanyut dibawa arus laut di perairan Pantai Oetune, Desa Tuafanu," tutur Tomas perwakilan keluarga.
Namun, sesaat setelah mengabarkan kondisi darurat tersebut, sambungan telepon terputus dan korban tidak dapat dihubungi lagi hingga saat ini.
Sebelum melaporkan secara resmi ke pihak berwajib, keluarga dan nelayan lokal di Kecamatan Kualin tidak tinggal diam. Sejak Kamis malam hingga Jumat
(13/02/2026), mereka telah bahu-membahu menyisir laut secara mandiri menggunakan peralatan seadanya.
Sayangnya, meski telah berjuang selama dua hari di tengah terjangan ombak, usaha mereka belum membuahkan hasil. Menyadari risiko yang semakin besar,
salah satu anggota keluarga, Aprianto Sun, akhirnya mendatangi Polsek Kualin pada Jumat malam pukul 23.15 WITA untuk meminta bantuan evakuasi
profesional.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
