Upaya pemberhentian tersebut sebenarnya sempat masuk ke meja hijau legislatif. Namun, dalam Sidang Paripurna DPRD Pati pada 31 Oktober 2025, Sudewo berhasil lolos. Dari 49 anggota dewan, sebanyak 36 anggota menolak rekomendasi pemakzulan, sementara hanya 13 anggota—yang seluruhnya berasal dari Fraksi PDI Perjuangan—yang setuju ia dicopot.
"Rapat paripurna saat itu hanya menyetujui rekomendasi perbaikan kinerja bagi Bupati," kenang Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, saat itu.
Terjerat Operasi Senyap KPK
Meski berjaya di ranah politik lokal, Sudewo tidak bisa menghindar dari radar KPK. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Sudewo (SDW) diamankan dalam OTT di Pati dan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Kudus.
"Benar, Saudara SDW sedang diperiksa secara intensif oleh tim di wilayah tetangga untuk efektivitas waktu," ujar Budi, Senin (19/1/2026).
Sebelum OTT ini, Sudewo memang sudah berulang kali dipanggil ke Gedung Merah Putih sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api (KA) ganda. Penangkapan ini diduga kuat merupakan pengembangan dari kasus tersebut atau perkara baru yang melibatkan transaksi tunai di lapangan.
Profil dan Rekam Jejak Sudewo
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
