Namun, hal ini masih harus diklarifikasi lebih lanjut setelah pihak kepolisian dapat mengambil keterangan dari korban dengan mempertimbangkan bukti yang ditemukan, termasuk proyektil senapan angin yang bersarang di tubuh korban.
"Jadi kebetulan yang kena tembakan itu dari masyarakat Peboko, kita belum bisa mengambil kesimpulannya bahwa pelakunya dari pihak Fatuteke atau dari mana, karena pelakunya belum kita temukan," jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, kasus penembakan ini diduga berkaitan dengan kasus penganiayaan yang terjadi pada Kamis malam, 21 September 2023, pasca-karnaval yang menyebabkan 3 orang warga mengalami luka dan patah tulang.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait