Pasien ODGJ Kembali ke Masyarakat, Puskesmas Weliman Gandeng Lintas Sektor Perkuat Pendampingan
MALAKA, iNewsTTU.id– Puskesmas Weliman bersama lintas sektor melaksanakan kegiatan discharge planning bagi pasien Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Jiwa Naimata, Kupang.
Kegiatan ini berlangsung di Desa Bone Tasea, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan tersebut bertujuan mempersiapkan pasien kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat setelah menjalani perawatan di RSKD Jiwa Naimata, sekaligus memastikan adanya dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak selama proses pemulihan.
Kepala Puskesmas Weliman, Hendriana M.L. Wangge mengatakan keterlibatan lintas sektor merupakan bagian penting dalam mendukung keberlanjutan perawatan pasien setelah kembali ke lingkungan tempat tinggalnya.

Menurut Hendriana, proses pemulangan pasien ODGJ tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah desa, keluarga, aparat keamanan, serta masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, hadir dua orang perwakilan Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Malaka, dua anggota Polsek, tiga petugas Puskesmas Weliman, serta 10 orang perwakilan Pemerintah Desa Bone Tasea.
Selain itu, kegiatan tersebut dihadiri satu orang perwakilan PAUD Oan Lalawar dan sekitar 35 warga masyarakat Desa Bone Tasea.
Hendriana berharap keterlibatan berbagai unsur tersebut dapat memperkuat dukungan sosial bagi pasien ODGJ agar dapat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat dengan baik.
Ia juga menekankan pentingnya penerimaan masyarakat terhadap pasien yang telah menjalani perawatan, tanpa memberikan stigma maupun perlakuan diskriminatif.
Dukungan keluarga dan lingkungan sosial dinilai berperan penting dalam membantu pasien beradaptasi kembali, menjalani proses pemulihan, serta melanjutkan perawatan sesuai kebutuhan.
Melalui kegiatan discharge planning ini, Puskesmas Weliman bersama lintas sektor berupaya membangun sinergi dalam memberikan pendampingan kepada pasien ODGJ, sehingga proses pemulihan dapat berlangsung secara berkelanjutan dengan dukungan keluarga dan masyarakat.
Editor: Sefnat Besie