Tambang Emas Ilegal TTU Bikin Geger, 4 WNA China Disebut Masuk Gunung Binoni
Namun, menurut Hieronimus, keberadaan mereka di lokasi tambang menjadi persoalan karena hingga saat ini aktivitas penambangan emas di wilayah tersebut belum memiliki izin.
"Mereka masuk dengan visa sebagai teknisi alat berat. Padahal di TTU tidak ada izin tambang emas, tetapi mereka memperdaya masyarakat Noetoko untuk masuk dan menambang," katanya.
Diduga Gunakan Merkuri
Hieronimus juga mengungkap dugaan penggunaan merkuri dalam proses penambangan emas di kawasan Gunung Binoni.
Menurut dia, penggunaan bahan kimia tersebut menjadi perhatian serius karena aktivitas tambang berlangsung di kawasan yang disebut berada di wilayah hutan dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.
"WNA China itu masuk dan menambang emas secara liar di Desa Noetoko, tepatnya Gunung Binoni. Selain itu, saat menambang emas mereka memakai zat-zat kimia berupa merkuri dan air raksa," ungkapnya.
Keempat WNA tersebut, lanjut Hieronimus, kemudian meninggalkan wilayah TTU setelah keberadaan mereka diketahui aparat keamanan dan disebut telah kembali ke negara asalnya.
Pemerintah daerah kini masih berupaya mengungkap pihak yang diduga mendatangkan para WNA tersebut ke wilayah TTU.
"Saat ini pemerintah daerah bersama BIN dan BAIS masih mengendus siapa pihak-pihak yang mendatangkan para WNA China itu ke TTU," ujarnya.
Penertiban Tambang Diperluas
Keterlibatan pihak dari luar daerah dan dugaan keterlibatan WNA membuat pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum memperluas penertiban aktivitas tambang ilegal di wilayah TTU.
Penertiban tidak hanya menyasar Desa Noetoko, tetapi mencakup wilayah Miomafo secara keseluruhan serta Kecamatan Musi yang juga memiliki potensi emas.
Dalam sosialisasi di Desa Nian, pemerintah meminta masyarakat menghentikan sementara seluruh aktivitas penambangan emas sebelum adanya legalitas pertambangan.
Editor: Sefnat Besie