Lubang Bekas Galian Emas Ditutup, Camat Miobar Ajak Warga Reboisasi di Kali Haulasi
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara NTT bergerak tegas menyelamatkan lingkungan di kawasan Kali Haulasi dan sekitarnya.
Camat Miomaffo Barat, Markus Nesse, bersama Kapolsek, Danramil 1618-02, serta Pemerintah Desa Haulasi, Fatunisuan, dan Fatutasu menggelar aksi penanaman kembali pohon yang tumbang sekaligus menutup lubang galian tambang emas ilegal.
Aksi gotong royong ini melibatkan warga setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kerusakan lingkungan yang dipicu oleh aktivitas penambangan emas liar di aliran sungai tersebut.

Camat Miomaffo Barat, Markus Nesse, mengimbau seluruh masyarakat untuk menghentikan seluruh aktivitas penambangan liar sambil menunggu proses perizinan yang sah sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Saya minta masyarakat menghentikan aktivitas penambangan sambil menunggu izin resmi. Seluruh alat operasional seperti mesin kompresor/motor air, selang, dan peralatan lainnya harus segera dikeluarkan dari lokasi penambangan," tegas Markus Nesse dalam arahannya kepada warga.
Ia juga mengingatkan, apabila Aparat Penegak Hukum (APH) turun ke lokasi dan masih mendapati peralatan tambang yang beroperasi, maka seluruh barang bukti akan disita oleh petugas.
Siapkan Bambu dan Jambu Air untuk Reboisasi Musim Hujan
Guna memulihkan ekosistem Kali Haulasi secara total, Pemerintah Kecamatan Miomaffo Barat berrencana menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten TTU untuk program reboisasi lanjutan saat musim hujan tiba.
"Saat musim hujan tiba, kami akan berkoordinasi dengan DLH Kabupaten TTU untuk menyediakan anakan pohon seperti bambu dan jambu air guna menanam kembali area-area pohon yang sempat tumbang," jelasnya.
Penutupan lubang tambang dan aksi penanaman kembali ini diharapkan dapat mencegah potensi bencana banjir maupun tanah longsor di sepanjang aliran Kali Haulasi serta menjaga kelestarian alam di wilayah Kecamatan Miomaffo Barat.
Editor: Sefnat Besie